Tips Ampuh dan Sukses Bertanam Cabai di Musim Hujan


PertaniankuBertanam cabai di musim hujan merupakan cara bertanam yang melawan arus. Bagaimana tidak? Dengan cara tradisional, Anda akan sulit mendapatkan hasil panen dengan kualitas baik di musim hujan.

bertanam cabai di musim hujan
Pertanianku

Anda harus menghadapi cuaca dengan persiapan ekstra. Sebab, hal itu memang sangat diperlukan pada penanaman cabai di musim hujan. Tentunya, banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum mulai bertanam. Berikut ini tersaji beberapa tips ampuh yang akan membantu Anda dalam bertanam cabai di musim hujan.

Panen pada saat permintaan pasar memuncak

Waktu tanam harus diatur sehingga panen bisa terjadi pada saat permintaan pasar memuncak. Pada penanaman di dataran rendah (0—400 m dpl), seandainya Anda menanam cabai merah besar lokal, perkiraan awal panen adalah HST (Hari Setelah Tanam).

Jika cabai yang ditanam adalah cabai merah hibrida, pemanenan bisa dimulai 75 HST. Untuk cabai keriting (lokal ataupun hibrida) awal pemanenan dimulai sejak 95 HST.

Sesuaikan saat pengolahan lahan dengan puncak panen yang diharapkan

Apabila area penanaman berada di dataran menengah, awal panen mundur 7—10 hari. Untuk dataran tinggi, umur panen mundur 14—21 hari dibanding dataran rendah. Puncak panen diperkirakan 2—3 minggu setelah panen perdana.

Perkiraan tersebut dimulai sejak penanaman. Apabila dihitung sejak pengolahan tanah, harus dihitung mundur lagi minimal tiga minggu sejak pembukaan lahan.

Siapkan sarana penanaman sejak dini

Turus dan gelagar tanaman harus tersedia sebelum penanaman dilakukan. Pada musim hujan, tanaman akan cepat tumbuh. Turus harus terpasang sejak dini agar pertumbuhan akar dan dahan-dahan menyesuaikan turus.

Pemasangan turus yang terlambat akan memengaruhi pertumbuhan tanaman karena akar rusak atau dahan-dahan patah akibat dipaksakan diikat pada turus.

Baca Juga:  7 Fakta Tentang Makanan Beku yang Harus Anda Ketahui

Sediakan fungisida dan perekat lebih banyak

Pada musim hujan, serangan jamur (cendawan) penyebab penyakit akan lebih parah dibanding pada musim kemarau. Sementara itu, penyemprotan pestisida akan lebih mudah tercuci oleh hujan seandainya tidak ditambah dengan perekat-perekat pestisida pada saat penyemprotan.

Karena itu, pada musim hujan persediaan fungisida dan perekat harus lebih banyak dibandingkan pada musim kemarau.

loading...
loading...