Tips Bisnis Pemeliharaan 50 Ekor Kambing Perah


Pertanianku – Susu kambing semakin populer karena kandungan zat gizinya lebih tinggi daripada susu sapi. Selain itu, susu kambing diyakini dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis penyakit, misalnya asma.

Peluang Usaha Beternak Kambing

 

a. Peluang Usaha

Untuk memenuhi permintaan susu kambing, perlu dilakukan ternak kambing perah. Tujuan utama memelihara kambing perah untuk memproduksi susu. Kambing perah dapat memberikan tambahan pendapatan dari penjualan anak kambing yang lahir.

b. Memulai usaha

  • Siapkan lokasi yang cocok untuk ternak kambing perah.
  • Buat kandang dan sebaiknya, dalam satu kandang ada empat petak. Masing-masing petak digunakan untuk pejantan, induk bunting tua, induk yang baru melahirkan, menyusui, dan anak yang baru disapih. Untuk kandang betina berukuran 125 cm x 100 cm. Untuk kandang pejantan berukuran 125 cm x 150 cm.
  • Siapkan bibit yang baik. Pilih kambing jamnapari atau etawa karena termasuk kambing perah tipe besar dengan bobot dewasa dapat mencapai 90 kg untk jantan dan 60 kg untuk betina. Rasio perkawinan jantan dan betina 1 : 10. Kambing yang bagus dapat menghasilkan 0,7—1 liter susu/hari selama 9 bulan dalam setahun. Kambing perah produktif hingga 5 tahun.
  • Sediakan tempat pemerahan agar susu yang dihasilkan berkualitas dan tidak tercemar.

c. Kendala

  • Kadang kala peternak mengabaikan kebersihan kandang, kambing kotor, dan kebersihan pemerah sehingga susu tidak higienis.
  • Masyarakat belum banyak yang mengonsumsi susu kambing karena memiliki aroma khas.
  • Susu kambing masih terbatas pada konsumsi untuk terapi.

d. Strategi

  • Kambing dewasa kelamin pada umur 6—10 bulan dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10—12 bulan.
  • Kawinkan kembali induk yang telah beranak setelah tiga kali mengalami birahi. Umumnya tanda-tanda berahi akan muncul kembali pada 6—8 minggu setelah induk melahirkan .
  • Lakukan pemeliharaan dengan baik, terutama menjaga kebersihan kandang dan kambing serta memberi pakan berkualitas.
  • Pemberian pakan hijauan sebaiknya 3% dari bobot badan dalam bentuk kering atau 10—15% dalam bentuk segar. Pakan tambahan dapat diberikan saat kambing bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1,5% berat badan dengan protein 16%.
  • Tingkatkan kebersihan kandang dan ternak dengan selalu memandikan/membersihkan ternak sebelum diperah.
Baca Juga:  Yuk, Ketahui 5 Tanda Utama Itik akan Bertelur

e. Kunci Sukses

  • Memilih kambing berkualitas.
  • Perhitungkan jumlah pakan yang diberikan pada ternak terhadap produksi susu, kadar lemak, dan bobot badannya. Dengan demikian, produksi susu yang dihasilkan dapat Maksimal.

 

Sumber: Buku 34 bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah