Tips Budi Daya Pembibitan Itik


Pertanianku – Bisnis itik memiliki prospek cerah. Tengok saja restoranrestoran dan warung-warung makan yang menyediakan menu bebek sebagai andalannya, pasti dipenuhi pengunjung. Namun, tingginya permintaan bebek tidak diiringi dengan suplai bibi (DOD) yang masih terbatas.

Itik makan_FapetIPB_Tiwi_140113 (11)

A. Peluang Usaha

Usaha pembibitan itik bertujuan untuk menghasilkan bibit itik atau DOD (day old duck). Bibit itik sangat dibutuhkan untuk pembesarannya. Proses pembibitan atau penetasan telur itik dapatdilakukan secara alami yaitu dengan memanfaatkan induk ayam ataupun induk entok serta dengan bantuan mesin tetas. Untuk produksi massal, penggunaan mesin tetas lebih efisien karena lebih terjamin dari segi kemampuannya.

B. Memulai usaha

  • Siapkan lokasi yang tepat untuk pembibitan itik, yaitu tenang serta jauh dari kebisingan dan polusi.
  • Buatlah kandang yang sesuai dan nyaman untuk induk itik jantan, induk betina, dan DOD.
  • Sediakan peralatan kandang, pakan, minum, obat, dan vaksin untuk induk dan DOD.
  • Sediakan itik jantan dan betina untuk memproduksi telur. Kemampuan bertelur induk betina 250—300 butir/tahun. Telur tetas juga bisa diperoleh dari peternak lain.
  • Sediakan mesin tetas untuk menetaskan telur itik dengan kemampuan 300—600 ekor/unit.
  • Dalam setahun, setiap induk mampu menghasilkan 250 ekor DOD dengan kelangsungan hidup 70%.

C. Kendala

  • Bila suhu dan kelembapan di dalam mesin tetas tidak terjaga dapat mempengaruhi hasil tetas telur.
  • Perawatan yang kurang baik pada masa DOD dapat menyebabkan kematian.

D. Stragtegi

  • Kandang layer (masa bertelur) bisa berupa tipe baterai (1—2 ekor/kotak) atau tipe kelompok (4—5 ekor itik dewasa/m2. Kandang DOD cukup berukuran 1 m2 yang dapat menampung 50 ekor DOD.
  • Untuk mendapatkan telur dengan daya tetas tinggi, pastikan perbandingan jumlah itik jantan dan betina minimal 1 : 5—8.
  • Sebelum telur tetas dimasukkan ke dalam mesin tetas, pastikan kondisi, peralatan dan kelengkapan mesin tetas sudah terpenuhi. Untuk hasil yang lebih baik, lakukan fumigasi/pengasapan untuk mesin tetas dan telur tetasnya.
  • Bobot telur tetas normal sekitar 60—65 g/butir. Kebersihan kerabang telur sangat berpengaruh dalam proses penetasan. Jika kerabang terdapat kotoran dari feses itik, dapat membuat bakteri dan jamur dapat masuk ke dalam telur dan menyerang embrio atau membuat telur busuk.
  • Suhu ideal untuk penetasan telur adalah 38° C dengan kelembapan 65—70%. Lama proses penetasan normal 28 hari.
  • Peneropongan telur dilakukan dengan tujuan untuk membedakan telur fertil dan steril (infertil). Peneropongan dapat dilakukan pada hari ke-7, 15, dan 27. Telur steril langsung dikeluarkan dari mesin penetasan.
  • Pemutaran telur dilakukan agar embrio tidak menempel ke salah satu sisi kerabang telur serta telur tetas dapat memperoleh panas merata. Pemutaran telur dimulai pada hari ke-3—25. Pemutaran telur dilakukan 3 kali sehari.
  • Pakan untuk induk itik fase starter harus mengandung protein 18—20% dan energi 2.800—3.000 kkal/kg, grower protein 15—17% dan energi 2.500—2.700 kkal/kg, layer protein 17—19% dan energi 2.600—2.800 kkal/kg. Pemberian pakan sekitar 110—130 g/ekor/hari.
Baca Juga:  Udang Windu Kembali Bangkit karena Phronima Suppa

E. Kunci Sukses

  • Teknik menempatkan telur di rak mesin tetas, peneropongan telur, serta pemutaran/pembalikan telur menentukan keberhasilan penetasan.
  • Dalam proses penetasan, embrio membutuhkan oksigen yang cukup sehingga ventilasi pada mesin tetas harus lancar.
  • Telur yang dihasilkan dapat menjadi telur tetas jika induk telah mencapai usia produksi minimal 6 bulan.

 

Sumber: Buku 34 Bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah

 

loading...
loading...