Tips Budidaya Baby Fish Nila

0

Pertanianku – Baby fish nila yang dikenal di masyarakat luas sebagai ikan balita adalah istilah untuk ikan nila yang dipanen saat masih berusia 30—45 hari dengan ukuran 5—7 cm. Budidaya baby fish sebetulnya sama dengan budidaya benih yang dimulai dari pemijahan dan pembesaran benur. Pemijahan ikan nila dilakukan di kolam (outdoor hatcher y) yang terbuat dari semen atau tanah. Kolam dapat dilengkapi dengan ijuk sebagai tempat bertelur. Pada lokasi pembenihan, terdapat sumber air yang memadai secara teknis dengan debit air yang dibutuhkan berkisar 0,5 liter/detik. Proses pemijahan alami terjadi pada suhu air 25—30o C; keasaman (pH) 6,5—7,5; dan ketinggian air 0,6—1 m. Pada dasarnya ikan nila hidup di perairan yang agak tenang dan kedalaman cukup.

Sekilas Tentang Baby Fish

Ikan nila yang digunakan sebagai indukan sebaiknya berbobot minimum 400 g dengan perbandingan induk jantan dan betina yangdikawinkan adalah 1 : 3. Padat penebaran induk untuk tiap pasanginduk atau tiga ekor ikan setidaknya disediakan lahan minimal 4 m2. Pemasukan induk ikan ke dalam kolam dilakukan pada pagi atau sore hari dan suhu lingkungan tidak terlalu tinggi untuk menjaga agar induk tidak stres. Sekitar 15—20 hari setelah dikawinkan induk betina akan memijah, induk betina mengisap telur-telur yang telah dibuahi untuk dierami di dalam mulutnya. Induk jantan akan meninggalkan induk betina, membuat sarang, dan kawin lagi. Telur yang telah keluar dari mulut induk betina dapat segera dipanen dan dipisahkan tersendiri pada bak pemeliharaan larva. Panen benih dapat dilakukan denganmenggunakan serokan/waring dan ditampung dalam ember/baskomuntuk dipindahkan ke kolam pendederan. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari di saat benih berkumpul di permukaan air. Bila matahari makin tinggi dan suhu air meningkat, benih akan berada di bagian dasar kolam untuk mencari tempat yang sejuk. Telur ditetaskan menjadi larva dan dipelihara dalam kolam pembenihan. Padat tebar larva berkisar 150 ekor/m2 dengan waktu pemeliharaan 10 hari, ukuran benih dapat mencapai 1—3 cm dengan bobot 1 g, sedangkan bila dipanen pada umur 20 hari, ukuran benih dapat mencapai 3—5 cm dengan bobot 2,5 g. Pemeliharaan benih dilakukan pada suhu 30—32o C, keasaman (pH) 6,5—7,5, dan ketinggian air media 20—30 cm dalam wadah pemeliharaan dengan kapasitas 500 m2.

Tahap berikutnya adalah pembesaran larva di kolam, kedalaman air kolam untuk pendederan nila di kolam tanah adalah 50—70 cm dengan padat tebar larva 50 ekor/m2. Pakan baby fish berupa pakan buatan dengan kadar protein berkisar 30%. Di samping itu, pakanjuga dapat diperoleh secara alami, berupa mikro plankton. Untuk menumbuhkan dan memelihara plankton dapat dilakukan denganpemupukan. Pupuk yang digunakan harus mengandung unsur fosfordan nitrogen seperti DSP (double superphosphat) atau TSP (triple superphospat), dan urea. Dosis pupuk yang diperlukan untuk kolam seluas 200 m2 dibutuhkan pupuk seberat 2 kg. Pemupukan dilakukan dengan cara memasukkan pupuk ke dalam kantong-kantong yang diberi lubang kecil lalu diikatkan pada sebatang bilah bambu dan ditancapkan pada dasar kolam. Dengan demikian, pupuk tersebut akan menggantung, terendam air, dan akan larut sedikit demi sedikit. Cara pemupukan seperti ini dilakukan untuk menghindari terikatnya unsurunsur kimia dari pupuk terutama fosfat oleh komplek humus dalam lumpur.

 

Sumber: Buku Penanganan dan Pengolahan Baby Fish Nila

 

loading...
loading...