Tips Budidaya Semut Rangrang dengan Toples


Pertanianku — Apakah Anda sedang mencari tahu bagaimana cara budidaya semut rangrang (kroto) yang baik dan benar agar hasilnya maksimal? Kini, budidaya semut rangrang juga bisa Anda lakukan hanya dengan menggunakan toples bekas yang ada di rumah.

budidaya semut rangrang
Foto: Google Image16

Bahkan, menggunakan media toples akan menghasilkan panen yang lebih banyak daripada kroto yang dibudayakan secara alami menggunakan media sarang. Berikut langkah-langkah dan tips budidaya semut rangrang dengan media toples.

  1. Mempersiapkan bibit

Persiapan bibit merupakan tahapan awal dari budidaya semut rangrang. Ini juga merupakan bagian yang paling penting. Jumlah bibit yang baik dan berkembang nantinya akan menjadi tolok ukur jumlah panen yang dihasilkan.

Anda bisa mencari bibit di sekitaran rumah. Biasanya, semut rangrang meletakkan bibitnya (telur) di pohon mahoni atau mangga. Ketika mengambil sarang semut rangrang, Anda harus lebih berhati-hati untuk tidak merusak sarangnya. Agar semut rangrang tersebut nantinya tidak mengalami masalah seperti stres dan akhirnya pergi atau kabur, letakkan terlebih dahulu di tempat yang terbuka.

  1. Membuat sarang semut rangrang menggunakan toples

Hal yang harus segera dilakukan setelah mendapatkan sarang semut rangrang adalah membuat sarang dari toples. Gunakan toples plastik yang berukuran medium dan masih memiliki tutup yang utuh untuk memudahkan masalah panen nantinya. Buat lubang di toples pada bagian bawah dan ukuran diameter dari lubang tersebut sebesar 5—7 cm.

Supaya semut tidak keluar, setelah Anda memasukkan sarang beserta semut rangrang ke toples, tutup rapat dan gunakan lakban. Kemudian, Anda menyiapkan nampan yang datar dan diisi dengan air hingga mencapai setengah ketinggian dari nampan. Letakkan batu bata di daerah tengah nampan dan letakkan toples tersebut di atas batu bata.

  1. Proses pemberian pakan dan perawatan
Baca Juga:  Ternak Ayam Kampung dengan Modal Kecil, Begini Caranya!

Makanan yang harus diberikan adalah pakan berupa serangga yang telah mati. Anda bisa memberikan pakan berupa kecoa, ulat, belatung, jangkrik, dan belalang yang telah mati. Berikan pakan kepada semut rangrang 2 kali setiap harinya.

Jauhkan sarang dari predator yang mengincar dan memangsa semut rangrang. Letakkan toples atau sarang di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik. Jangan biarkan sarang berada di daerah terbuka atau terkena hujan dan angin yang kencang.

  1. Proses panen

Panen biasanya akan dilakukan pada saat ternakan mencapai usia 4—6 bulan.  Biasanya, diperlukan selang waktu 15—20 hari sejak panen pertama ke panen selanjutnya. Ini adalah siklus aman yang umum pada semut rangrang.

Siapkan wadah panen berupa nampan datar yang kering dan bersih. Tuangkan isi toples ke dalam wadah tersebut. Anda harus lebih cekatan dan ligat dalam memisahkan semut rangrang dengan kroto tersebut. Biasanya sebuah sarang di dalam toples medium akan menghasilkan panen sekitar 1 hingga 2 ons kroto.

Agar tidak terkena gigitan semut, gunakan pelindung tangan seperti sarung tangan plastik.  Setelah memisahkan kroto dengan semut rangrang, masukkan lagi semut tersebut ke toples untuk budidaya selanjutnya.