Tips dalam Memasarkan Gurami

Pertanianku – Pemasaran merupakan salah satu faktor yang menyebabkan gurami menjadi salah satu kandidat usaha budi daya perikanan yang dapat diandalkan. Selain itu, budi daya gurami juga merupakan mata rantai agribisnis yang menguntungkan, untuk usaha masyarakat khususnya dan usaha industri pada umumnya.

Pemasaran Gurami

Permintaan akan gurami relatif stabil, bahkan cenderung meningkat karena keterbatasan benih yang ada. Sasaran dari gurami konsumsi adalah konsumen kalangan menengah ke atas. Oleh karena minat akan gurami konsumsi yang cukup tinggi, permintaan gurami cenderung stabil.

Masih rendahnya pasokan gurami hingga saat ini disebabkan oleh masih rendahnya produktivitas akibat fekunditas yang menurun dan waktu pemeliharaan yang lebih lama dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Padahal, keuntungan bisa diperoleh dengan cepat jika masa pemeliharaan dipersingkat dan jumlah fekunditas telur ditingkatkan.

Pemasaran gurami sedikit berbeda dengan pemasaran ikan air tawar lainnya. Biasanya, di mana ada budi daya gurami pasti akan ada calon pembeli yang mendatangi pembudidaya. Biasanya, pembeli sendiri yang aktif mendatangi pembudidaya. Bahkan, sampai kegiatan penangkapan dan transportasi akan dilakukan oleh pembeli. Semua hal itu dilakukan oleh pembeli karena mereka kuatir pada kualitas dari hasil panen. Seperti yang sudah diketahui bahwa gurami merupakan ikan yang dipasarkan dalam keadaan hidup. Ikan yang sudah mati akan dihargai lebih murah. Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh juga akan berkurang.

Secara keseluruhan, gurami memiliki rantai pemasaran yang cukup panjang, sekitar 6—7 segmen usaha. Hal itu dilakukan akibat dari pemeliharaan yang memerlukan waktu lama jika segmen usaha tidak dipecah. Oleh karena segmentasi inilah yang menyebabkan harga pokok benih yang diperlukan untuk memproduksi gurami ukuran daging atau konsumsi relatif tinggi dan agak rentan mengalami fluktuasi harga di pasar. Untuk mengatasi hal itu, ada alternatif yang bisa dilakukan, yaitu menjadikan segmen-segmen tersebut dalam satu pengelolaan secara terpadu atau berkelompok. Bisa juga dengan membentuk konsorsium antara segmen-segmen yang dilakukan oleh beberapa pembudidaya yang berbeda. Tentu saja dengan begitu akan lebih menjamin pemasaran menjadi lebih lancar. Harga jual pun dapat diatur sedemikian rupa. Pada akhirnya, harga benih gurami untuk dipelihara menjadi konsumsi dapat ditentukan sesuai dengan fluktuasi harga terendah di pasar yang masih dapat ditolerir oleh pembudidaya di antara kelompok.

Baca Juga:  Tips Sukses Melakukan Pemijahan Belut

Hal terpenting dari semua rantai tersebut adalah membuat jejaring pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumen akhir produk budi daya gurami seperti rumah makan, perusahaan katering untuk pesta, serta mendirikan beberapa “holding ground” yang dekat dengan konsumen akhir. Dengan begitu, hasil akhir sudah pasti ada yang mengambilnya ketika saat panen tiba.

 

Sumber: Buku Usaha Pembenihan Gurami

 


loading...