Tips dalam Usaha Berternak Jangkrik


Beternak Jangkrik

Pertanianku – Jangkrik merupakan hewan yang tidak bisa disepelekan. Hewan ini menjadi syarat wajib ada bagi peternak burung dan hobiis ikan arwana. Usaha beternak jangkrik pun mulai banyak dilirik karena modal yang dibutuhkan tidak harus besar.

A. Peluang Usaha

Dewasa ini, budi daya jangkrik diminati dan menjadi incaran banyak orang. Kegiatan budi daya jangkrik banyak dilakukan karena membutuhkan tempat yang tidak luas dan waktu yang diperlukan cukup singkat. Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan saat ini adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Keduanya digunakan sebagai pakan ikan dan burung.

B. Memulai usaha

  • Buat kandang berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30—50 cm, lebar 60—100 cm, dan panjang 120—200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka dari kaso. Untuk mengirit biaya, dinding kandang dapat dibuat dari triplek.
  • Di dalam kandang khusus telur, siapkan media berupa pasir, sekam, atau handuk halus yang diletakkan di atas piring kecil. Masukkan bibit jangkrik dengan perbandingan jantan dan betina 10 : 2 agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Umur bibit yang baik sekitar 10—20 hari dengan fisik yang normal dan tidak cacat.
  • Jangkrik betina memiliki siklus hidup sekitar 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.
  • Bila berawal dari telur, satu kandang cukup dimasukkan 1—2 sendok teh telur (1 sdt berisi sekitar 1.500—2.000 butir). Selama proses ini, warna telur akan berubah dari bening sampai keruh. Kelembapan telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibolak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4—6 hari.
  • Satu periode produksi sekitar 3 bulan.
Baca Juga:  Beternak Itik Tanpa Air Itu Menguntungkan, Lho!

C. Kendala

  • Jangkrik menyukai tempat sesuai habitatnya, yaitu lembap dan gelap.
  • Kebutuhan pakan harus terpenuhi. Jika pakan kurang, anakan jangkrik akan menjadi kanibal ke sesama anak jangkrik.

D. Strategi

  • Jangkrik biasa beraktivitas di malam hari. Jadi, kandang jangan diletakkan di bawah sinar matahari, tetapi di tempat teduh dan gelap. Hindari dari lalu-lalang orang, terutama untuk kandang telur.
  • Untuk menjaga kondisi kandang sesuai habitatnya, dinding kandang diberi daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, atau daun sukun untuk tempat persembunyian serta menghindari sifat kanibalisme jangkrik.
  • Bila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya. Kemudian, kandang bagian dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).
  • Anakan umur 1—10 hari diberikan pakan ayam yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan, jagung kering yang dihaluskan. Setelah fase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran, ubi, singkong, jagung muda, dan gambas. Untuk jangkrik yang sedang dikawinkan, diberikan pakan berupa sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong, serta mentimun karena kandungan airnya tinggi.
  • Untuk mendapatkan telur hanya memerlukan waktu 2—4 minggu. Untuk produksi jangkrik sebagai pakan ikan dan burung biasanya memerlukan waktu selama 2—3 bulan.

 

Sumber: Buku 34 bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah

 

 

loading...
loading...