Tips dan Trik Sukses Beternak Burung Puyuh

Pertanianku — Telur puyuh menjadi salah satu bahan makanan yang disukai oleh masyarakat Indonesia. Ukuran telurnya lebih kecil dibandingkan dengan telur unggas lainnya. Karena berukuran kecil, telur puyuh sering disajikan untuk anak-anak. Selain telur, daging burung puyuh juga digemari oleh masyarakat. Beternak burung puyuh bisa menjadi salah satu pilihan usaha yang berpotensial untuk dijalankan.

beternak burung puyuh
foto: pertanianku

Setiap usaha pasti memiliki kendala yang dapat membuat Anda merugi. Untuk meminimalisir terjadinya kerugian tersebut, berikut ini beberapa tips dan trik yang sangat berguna untuk Anda praktikkan.

Membedakan puyuh jantan dan betina

Anda harus mengetahui perbedaan antara jantan dan betina dengan baik. Puyuh betina lebih besar sekitar 20 persen dari puyuh jantan. Hal ini cukup berbeda dari hewan-hewan pada umumnya, biasanya pejantanlah yang berukuran lebih besar.

Warna bulu puyuh betina lebih cerah dibandingkan dengan bulu puyuh jantan. Puyuh jantan bisa berkokok dan puyuh betina tidak bisa berkokok. Puyuh betina memiliki lubang melebar horizontal di bagian duburnya. Sementara itu, puyuh jantan memiliki bulatan yang dapat mengeluarkan sperma jika dipencet.

Peremajaan pada induk

Lakukan peremajaan pada indukan dan pejantan agar tetap dapat menghasilkan telur tetas setiap 6—8 bulan sekali. Peremajaan berfungsi menjaga produktivitas peternakan burung puyuh.

Antisipasi fluktuasi harga

Sama seperti komoditas peternakan lainnya, burung puyuh juga dapat mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi tersebut terjadi karena banyak yang tergiur untuk memeliharanya. Akibatnya, telur puyuh yang dipanen menjadi sangat banyak, jumlah antara permintaan dan persediaan jadi berbanding terbalik. Kondisi tersebut bisa menyebabkan harga komoditas burung puyuh menurun.

Biasanya, para peternak akan menyerah dan menghentikan usahanya jika kondisi fluktuasi harga sudah terjadi. Oleh karena itu, sebelum beternak burung puyuh, Anda sudah harus mengantisipasi permasalahan tersebut agar usaha tidak berhenti di tengah jalan.

Baca Juga:  Langkah Mudah Mengefisiensikan Biaya Produksi Ternak Ayam Kampung

Antisipasi fluktuasi harga komoditas burung puyuh bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah inovasi pemasaran dan inovasi pengolahan daging atau telur menjadi produk makanan olahan yang lebih tahan lama.


loading...