Tips Jitu Memilih Benih Gurami yang Tokcer

Pertanianku — Benih gurami menjadi modal awal sekaligus salah satu faktor penentu dari keberhasilan usaha budidaya yang Anda lakukan. Memilih benih gurami sebaiknya dilakukan dengan baik agar Anda mendapat benih yang bagus.

memilih beni gurami
foto: pertanianku

Apa pun jenis kolam yang digunakan, baik kolam tanah maupun kolam terpal, tetap saja benih yang digunakan harus sesuai dengan standar benih untuk budidaya. Benih yang cocok untuk budidaya adalah benih yang sehat, tidak memiliki cacat atau luka, dan gerakan tubuhnya lincah. Jangan pilih benih yang tubuhnya terlihat kaku.

Benih gurami yang bagus tidak berwarna terlalu hitam serta sisik tubuhnya terlihat utuh dan lengkap. Jika dilihat secara visual, benih yang sehat di dalam wadah pengangkutan akan terlihat dengan posisi terbalik, yaitu bagian kepala yang mengarah ke dasar.

Loading...

Proses penangkapan benih dapat memengaruhi kualitas benih yang akan didapatkan. Jika penangkapan dilakukan sembarangan, hal tersebut dapat menyebabkan sisik benih terlepas, terutama sisik di bagian punggung. Hal ini bisa menyebabkan benih stres atau mudah terserang oleh penyakit.

Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Wadah angkut yang digunakan adalah drum bervolume 200 liter. Drum tersebut diisi oleh air sebanyak setengah dari volume dengan posisi drum ditidurkan.

Setelah mendapatkan benih berkualitas, Anda harus memperlakukan benih tersebut dengan benar. Jika perlakuan yang diberikan asal-asalan, Anda bisa membuat benih yang bagus menjadi stres dan menyebabkan tingkat kematian benih menjadi lebih tinggi.

Sebelum ditebar ke kolam, benih gurami harus melakukan penyesuaian suhu air di dalam wadah pengangkutan dengan suhu air di dalam kolam terlebih dahulu. Proses penyesuaian tersebut dinamakan dengan aklimatisasi.

Aklimatisasi dilakukan dengan memasukkan air kolam sedikit demi sedikit dan secara perlahan ke wadah pengangkutan. Setelah itu, diamkan selama beberapa saat. Selanjutnya, masukkan wadah benih ke kolam dengan posisi miring agar benih bisa keluar dengan sendirinya dari dalam wadah.

Baca Juga:  Fakta Unik Ikan Sapu-Sapu

Anda harus memerhatikan kepadatan benih optimal, yaitu sekitar 1—2 kg/m2 dengan ukuran benih yang ditebar sebesar 300—350 gram/ekor.

 

 

 

 

 

 

 

Loading...
Loading...