Tips Membuat Tanaman Srikaya Rajin Berbuah

Pertanianku — Buah srikaya terkenal menyimpan segudang manfaat untuk dikonsumsi. Buah ini mengandung kalsium, magnesium, besi, niasin, dan potassium. Srikaya umumnya dikonsumsi dengan cara dijus agar terasa lebih segar. Namun, ada juga orang yang mengonsumsinya secara langsung. Tanaman srkiaya tidak begitu sulit dipelihara. Ada beberapa cara khusus untuk membuat tanaman srikaya sering berbuah, simak ulasannya di bawah ini!

tanaman srikaya
foto: Unsplash

Penyiraman

Srikaya membutuhkan 2—3 liter air per tanamannya. Oleh karena itu, tanaman ini membutuhkan penyiraman secara teratur per hari (bergantung pada ukuran tanaman dan kekeringan tanah), apalagi saat masa pembungaan. Pada saat tersebut, penyiraman harus rutin dilakukan agar bunga yang muncul tidak rontok akibat kekeringan. Penyiraman pada pot dilakukan setiap hari sampai airnya keluar dari lubang dasar pot.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada tahun pertama, yakni saat tanaman mencapai tinggi 1,5 meter. Sebaiknya, pemangkasan dilakukan saat musim hujan tiba agar tanaman tidak kekurangan air. Pemangkasan bertujuan untuk pembentukan tanaman pendek dan percepatan berbunga atau berbuah.

Merangsang tanaman

Perangsangan pembentukan buah dapat dilakukan dengan memotong ujung-ujung cabang dan merontokkan daunnya (perompesan). Setelah ujung cabang dirompes, tanaman disemprot dengan zat perangsang tumbuh (ZPT) agar mempercepat pembungaan. Bunga akan bermunculan mengikuti tumbuhnya tunas baru.

Adapun pemangkasan untuk peremajaan dilakukan setelah masa berbuah. Caranya dengan memangkas cabang-cabang yang menjadi lemah setelah berbuah sehingga tumbuh tunas-tunas pengganti yang lebih subur dan kekar. Tanaman dipangkas ketika daun-daunnya akan gugur. Selain itu, perompesan daun pada cabang/ranting akan merangsang pertumbuhan cabang baru pada tanaman sehingga tajuk menjadi rindang.

Penyiangan

Penyiangan pada tabulampot dengan cara mencabut gulma yang tumbuh. Penyiangan sebaiknya dilakukan awal musim hujan, pertengahan musim hujan, dan akhir musim hujan.

Baca Juga:  Fakta Unik Jamur, Ada yang Berbahaya dan Sangat Mahal

Penjarangan dan pembungkusan buah

Penjarangan atau pengurangan jumlah buah perlu dilakukan. Caranya, tangkai buah pentil yang bentuknya tidak normal dipotong menggunakan gunting. Pilih dan pelihara buah pentil normal pada tangkai/cabang besar agar dapat tumbuh maksimal. Selanjutnya, buah yang terpilih dibungkus kertas semen agar terhindar dari serangan ulat dan kutu putih sehingga penampilan buah tetap mulus hingga matang. Pembungkusan juga dapat menggunakan jaring berlubang rapat atau plastik yang dilapisi dengan kertas koran agar tidak terlalu lembap.