Tips Memilih Benih Tomat


Pertanianku – Pengadaan benih yang termudah bagi pemula adalah dengan membeli di toko pertanian. Sebenarnya akan lebih baik jika menggunakan benih yang siap pakai (final stock atau/o) untuk menjamin mutu buah yang dihasilkan. Umumnya, benih tersebut telah dikeringkan dan berkualitas karena telah diseleksi terlebih dahulu. Benih ini sangat cocok untuk tanaman yang produksinya akan dipasarkan melalui pasar swalayan. Sebaliknya, kualitas tidak menjadi masalah bila akan dipasarkan ke pasar tradisional. Benih yang digunakan bisa dibuat sendiri.

Pemupukan dan penyiraman Tanaman Tomat

Benih yang dijual di toko juga dikemas dengan baik. Kemasan luar berupa plastik dan di dalamnya ada lapisan kemasan dari kertas aluminium. Di belakang kemasan biasanya terdapat nomor seri yang menunjukkan keaslian benih. Selain nomor seri, juga terdapat keterangan mengenai kualitas benih yang meliputi sifat varietas; produksi; daya simpan benih; dan tertera tanggal, bulan, serta tahun dilakukannya pengemasan. Lamanya daya simpan tersebut tidak berarti setelah lewat daya simpan benih tidak dapat dipakai lagi, melainkan hanya mengalami penurunan daya kecambahnya. Misalnya, kalau semula daya kecambahnya 85%, maka setelah masa itu daya kecambahnya kurang dari 85%.

Untuk kadar air benih, secara internasional ditetapkan paling tinggi 12%. Akan tetapi, terdapat benih yang beredar di Indonesia dengan kadar air lebih rendah dari yang ditetapkan, yaitu 5%. Dengan kisaran kadar air seperti itu, dalam 10 gram terdapat 3.000 benih. Di pasar tersedia benih tomat dalam berbagai kemasan dan berat. Selain kemasan plastik yang bermerek, ada juga yang tersedia dalam kemasan sederhana (plastik polos bening) dan juga dalam kemasan kaleng. Semakin sederhana bentuk kemasan maka makin murah harganya karena biaya produksi yang semakin rendah.

Baca Juga:  Kapan Pemupukan Tanaman Cabai yang Paling Tepat?

 

Sumber: Buku Budidaya Tomat Secara Komersial