Tips Memilih Ikan Sarden dan Makarel Kaleng

Pertanianku — Ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik. Kandungan omega-3 pada ikan yang tinggi baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Sebagai salah satu negara eksportir ikan terbesar di dunia, di Indonesia banyak beredar berbagai jenis olahan ikan. Salah satunya adalah ikan kaleng, yang biasanya didominasi oleh ikan sarden dan makarel kaleng.

ikan sarden
Foto: pixabay

Seiring dengan penemuan adanya ikan kaleng bercacing, ada tips memilih ikan sarden dan makarel kaleng yang sebaiknya Anda ketahui. Penemuan ikan kaleng bercacing ini disampaikan langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI. Beberapa merek ditarik dari pasaran seiring dengan turunnya berita ini.

Namun, bukan berarti seluruh produk ikan kaleng berbahaya bagi kesehatan. Anda tetap dapat mengonsumsi makanan olahan ini dengan memilih ikan sarden dan makarel kaleng. Berikut ini tips yang dapat diterapkan saat memilih ikan dalam kemasan kaleng.

Loading...

Pertama, periksa kembali bagian kemasan luar sarden dan makarel kaleng. Hindari membeli ikan dengan kemasan kaleng yang sudah rusak, penyok, ataupun label yang sudah tidak sempurna.

Kemasan yang sudah rusak dapat mengindikasikan kemasan yang tidak terjaga dengan baik. Bakteri dan mikroorganisme lain dapat mencemari ikan bila kaleng sudah penyok. Ini karena bagian kaleng yang rusak sangat rawan terkontaminasi.

BPOM RI juga menyarankan dalam memilih makanan kemasan, sebaiknya memerhatikan beberapa hal yang dapat disingkat menjadi KLIK. KLIK terdiri dari kata Kemasan, Label, Izin, dan Kedaluwarsa.

Periksa kemasan dan pilih yang masih memiliki kemasan tersegel sempurna. Pilih juga bagian labelnya dan pastikan Anda memilih ikan sarden yang memiliki izin BPOM. Izin ini terdapat dalam kemasan dengan tulisan diawali dengan kata MD ataupun ML.

Baca Juga:  Nata De Cassava, Ide Bisnis dari Limbah Tapioka

Selain itu, perhatikan pula izin lainnya yang terdapat pada kemasan. Pastikan juga ikan kaleng ini belum lewat masa kedaluwarsa. Makanan kaleng yang sudah lewat masa maksimal pengonsumsiannya tidak boleh dimakan karena dapat membahayakan konsumen.

Terakhir, pilih ikan kaleng, baik sarden maupun makarel, yang direndam dalam minyak. Ikan kalengan yang paling baik adalah ikan yang direndam dalam minyak zaitun. Sayangnya, jenis ikan kaleng ini belum banyak ada di Indonesia.

Loading...
Loading...