Tips Memilih Jenis Usaha Budidaya

Pertanianku — Pemilihan jenis usaha yang tepat akan membawa keberuntungan untuk Anda. Pasalnya, kemungkinan besar tidak semua jenis usaha dalam budidaya dapat Anda jalani. Oleh karena itu, proses memilih jenis usaha budidaya menjadi langkah pertama yang sangat penting. Selain memperhatikan teknik, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat ingin memilih usaha.

usaha budidaya
foto: Pertanianku

Mengenali kemampuan yang dimiliki

Anda perlu mengenali kemampuan atau keahlian yang dimiliki. Namun, tidak semua kemampuan atau keahlian perlu Anda miliki. Anda bisa mengambil kemampuan orang lain dengan mempekerjakan mereka.

Saat ingin mempekerjakan orang lain, Anda harus tahu garis besar dalam menjalankan usaha. Tujuannya, agar orang yang dipekerjakan tidak merugikan usaha Anda. Selain itu, dengan adanya tujuan yang jelas, Anda bisa melihat hasil pekerjaan yang sudah dilakukan olehnya.

Modal

Usaha selalu membutuhkan modal, tetapi pengertian modal tidak hanya berarti uang. Modal juga bisa diartikan sebagai motivasi dan semangat. Tak jarang, ada orang yang memiliki modal uang dan sarana, tetapi tak mampu mengelola usaha. Dengan begitu, ia hanya mampu menjadi investor.

Di sisi lain, ada juga orang yang mampu mengelola usaha, tetapi terkendala biaya. Itu sebabnya Anda perlu mengetahui modal apa yang dimiliki dan harus mencari kemana dari kekurangan modal yang tidak dimiliki.

Peluang

Peluang dapat terlihat bila Anda selalu berpikir positif. Orang yang berpikiran seperti itu, setiap usaha yang dijalankan pasti dapat menghasilkan uang.

Masa depan

Sebaiknya, pilih usaha budidaya yang memiliki masa depan, misalnya seperti ternak potong. Usaha budidaya ternak potong dinilai punya masa depan karena harganya cenderung lebih stabil dan selalu dibutuhkan oleh orang banyak.

Baca Juga:  Penanaman 4 Kali Setahun untuk Genjot Stok Beras di Tengah Perubahan Iklim

Berbeda dengan ikan lou han, usaha budidaya ini tidak bertahan terlalu lama. Awalnya, begitu menarik, tetapi setelah peminatnya berkurang, harganya justru jadi jatuh dan pasar sepi.

Hal serupa sering terjadi pada pembudidaya yang musiman. Mereka hanya mengincar komoditas yang sedang naik daun tanpa mengerti seluruh proses bisnisnya. Saat harga komoditas tersebut sedang jatuh, justru mereka meninggalkan komoditas tersebut dan mencari lagi komoditas yang lain.