Tips Memilih Media Tanam Yang Tepat


Pertanianku – Media tanam banyak dijual di toko sarana pertanian atau penjual tanaman. Sebelum digunakan, sebaiknya media tanam disangrai dahulu atau dioven dalam suhu 100o C selama satu jam untuk mematikan fungi/ jamur, serangga, dan biji-biji gulma yang terdapat di dalamnya. Beberapa media tanam yang bisa digunakan untuk tanaman sayuran adalah tanah, pasir, dan arang sekam.

Kelebihan Tanam Buah Dalam Pot

  1. Tanah

Tanah yang dijadikan media tumbuh harus terbebas dari soil-born (penyakit yang dibawa oleh tanah) serta mengandung unsur-unsur mineral, bahan organik, dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanah yang baik untuk media tanam yaitu tanah yang berada di lapisan teratas, kira-kira 20 cm dari permukaan tanah. Secara fisik, tanah tersebut harus subur, gembur, pH sesuai kebutuhan tanaman, porositasnya baik, serta kandungan bahan organiknya tinggi. Cara meningkatkan pH tanah dapat dilakukan dengan menaburkan kapur dolomit yang mengandung kalsium, magnesium, dan mineral. Kapur dolomit banyak dijual di toko saprotan.

  1. Arang sekam

Arang sekam merupakan sekam padi yang telah dibakar dengan pembakaran yang tidak sempurna. Cara pembuatannya ada dua macam, yaitu disangrai dan dibakar. Cara pertama dilakukan dengan meletakkan sekam di atas seng yang telah ditempatkan di atas tungku. Selanjutnya, sekam disangrai sambil diaduk. Dengan cara ini, akan diperoleh arang  sekam sebanyak 40—50 kg dari 100 kg sekam segar. Sementara itu, cara kedua dilakukan dengan memasukkan sekam ke dalam tong sampai tinggi sekitar 20 cm. Oli dituangkan ke dalam tong kemudian dibakar.

Jika asap dari pembakaran berkurang, sekam perlu ditambah sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Tong kemudian ditutup karung basah dan di atasnya diberi penutup hingga rapat. Sekam dibiarkan menjadi dingin. Setelah itu, arang sekam dipisahkan dari abunya melalui penyaringan.

Baca Juga:  Rumput Laut Dijadikan Bahan Bakar, Bagaimana Bisa?

Jumlah arang sekam yang diperoleh sekitar 40—50 kg dari 100 kg sekam segar. Cara kedua kurang efisien karena memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan cara pertama. Selain dibuat sendiri, arang sekam juga dapat diperoleh dengan cara membeli di toko saprotan atau kios penjual tanaman. Daya simpan arang sekam cukup lama, bisa mencapai lebih dari satu tahun. Arang sekam memiliki drainase dan aerasi yang baik, bertekstur kasar, ringan, dan sirkulasi udara tinggi karena banyak memiliki pori-pori sehingga kurang dapat menahan air. Oleh karena itu, media ini sangat baik untuk tanaman yang tidak suka media yang terlalu basah atau tergenang air.

Arang sekam mengandung unsur mangan (Mn) dan silikon (Si). Namun, bisa dikatakan di dalam media ini tidak terdapat nutrisi atau hara untuk pertumbuhan tanaman. Kelebihan arang sekam adalah media menjadi lebih poros, bersih, dan sterilitasnya lebih terjamin, serta bebas dari organisme yang dapat mengganggu, seperti kutu yang biasa hidup dalam tanah.

  1. Pasir

Pasir banyak digunakan untuk media tanam karena memiliki porositas yang cukup baik untuk tanaman. Selain itu, penggunaan pasir dalam media tanam juga dimaksudkan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang. Jenis pasir yang sering digunakan untuk media tanam adalah pasir halus karena mudah diperoleh dan harganya murah. Media ini kurang dapat menahan air dan tidak terdapat nutrisi di dalamnya. Sebelum digunakan untuk media tanam, sebaiknya pasir diayak terlebih dahulu Sebagai bahan campuran media tanam, arang sekam memiliki kelebihan, yaitu bersifat steril dari organisme pengganggu  Pasir. Cukup bagus sebagai campuran media tanam karena memiliki porositas tinggi sehingga bebas dari kotoran dan kerikil, kemudian disangrai untuk mematikan hama dan penyakit yang terdapat di dalamnya.

Baca Juga:  Canggih, Mahasiswa Ini Kembangkan Alat Penghilang Bau Kandang

 

Sumber: Buku  15 Sayuran Organik dalam Pot

 

loading...
loading...