Tips Memilih Pupuk Organik


Pertanianku – Jenis pupuk yang beredar di pasar Indonesia cukup banyak. Tercatat sekitar 300 merek dagang telah terdaftar resmi pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terdiri dari kelompok pupuk anorganik dan organik. Namun demikian, masih banyak produk-produk pupuk yang sudah beredar, tetapi belum terdaftar dan mempunyai mutu yang bervariasi. Dengan demikian, untuk memilih pupuk organik yang baik dan sesuai untuk tanaman, diperlukan pemahaman mendasar tentang fungsi dan peranan nutrien pupuk bagi tanaman.

Memilih-Pupuk-Organik

Pupuk atau komponen senyawa kandungan pupuk diberikankepada tanaman dengan tujuan untuk memacu pertumbuhannya.  Pupuk dapat diberikan melalui tanah, masuk melalui sistem perakaran atau dapat pula diberikan melalui daun, masuk ke dalam jaringan permukaan daun. Diketahui bahwa pupuk dapat berupa bahan organik (penyusunnya bahan organik, basis senyawa karbon), atau anorganik (mengandung senyawa kimia dengan struktur yang lebih sederhana).

Secara alamiah, komponen pupuk dapat terbentuk di alam sebagai hasil dari proses humifikasi dan mineralisasi bahan organik, aktivitas mikroba di dalam tanah, fabrikasi secara alamiah dengan proses pengomposan, atau proses kimia.Kekhususan dari pupuk dalam proporsi yang variatif mengandung tiga komponen nutrien utama unsur makro (nitrogen, fosfor, dan kalium), nutrien sekunder bagi tanaman (kalsium, sulfur, dan magnesium), serta sejumlah elemen unsur mikro yang penting bagi tanaman seperti boron, mangan, zat besi, seng, tembaga, dan molybdenum.

Pupuk umumnya dibedakan menjadi pupuk makro dan pupuk mikro. Tiga unsur makro seperti nitrogen, kalium, dan fosfor umumnya dikonsumsi oleh tanaman dalam jumlah besar dan hampir ada pada seluruh jaringan tanaman. Keberadaan mikronutrien di dalam tanaman sangat penting bagi metabolisme tanaman dan setiap tanaman mempunyai respon yang berbeda-beda. Namun, diketahui bahwa secara umum jumlahnya di dalam tanaman sekitar 5—100 ppm per berat biomassa tanaman.

Beberapa elemen dalam tanaman bersifat esensial. Artinya, tidaktersediannya elemen tersebut dapat menyebabkan tanaman mati dan  keberadaan serta fungsinya tidak dapat digantikan dengan elemen lain. Elemen tersebut akan berperan langsung dalam proses metabolisme. Tanaman juga memerlukan elemen khusus untuk pertumbuhan dan reproduksi.

Dari sejumlah nutrien tersebut, ada yang sifatnya bergerak mengalir (mobile) dan terkekang (imobile). Tanaman akan selalu menyuplai nutrien pada daun yang masih muda daripada daun tua. Dengan demikian, kekurangan nutrien sangat memungkinkan pada daun yang tua. Jika saja aliran nutrien kurang lancar, daun muda mungkin akan kelaparan karena nutrien tidak bergerak ke atas (pucuk), tetapi tinggal di bawah pada daun tua. Nitrogen, fosfor, dan kalium termasuk nutrien yang harus bergerak dan mengalir serta memiliki tingkat mobilitas dalam jaringan tanaman yang bervariasi.

Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan Pupuk Organik

loading...
loading...