Tips Memilih Strain Ayam Ternak yang Tepat

Pertanianku Strain dalam ilmu pembibitan disebut juga galur. Galur merupakan sekelompok individu dalam satu kelompok ternak yang memiliki ciri dan karakteristik luar serta sifat keturunan yang sama dan berasal dari satu spesies. Umumnya, strain ayam ternak diproduksi oleh perusahaan tertentu dan tiap strain memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara memilih strain ayam.

strain ayam
foto: Pertanianku

Saat memilih strain ayam ternak, Anda perlu menghitung aspek efisiensi teknis dan ekonomis, tingkat kematian, ketahanan terhadap penyakit, serta percepatan tumbuh.

Efisiensi teknis dan ekonomis

Efisiensi teknis bisa terlihat dari konversi pakan atau feed conversion ratio (FCR), yaitu angka yang menunjukkan kebutuhan jumlah pakan untuk menghasilkan satu satuan bobot hidup tertentu. Namun, Anda perlu mengetahui, tidak semua yang lebih efisien secara teknis selalu memiliki efisiensi ekonomis lebih tinggi. Hal ini karena berkaitan dengan harga sarana produksi yang digunakan. Biasanya, semakin efisien, harganya akan semakin mahal.

Tingkat kematian

Kematian merupakan risiko yang sulit dihindari. Namun, Anda bisa meminimalisir risiko tersebut dengan perbaikan teknologi dan manajemen. Saat ini pengembangan setiap strain ayam ras pedaging berorientasi untuk mendapatkan bibit ayam dengan tingkat kematian yang rendah. Berdasarkan berbagai pengalaman peternak, sebagian besar tingkat kematian yang terjadi tidak disebabkan oleh jenis strain, tetapi karena manajemen pemeliharaan yang dilakukan.

Apabila Anda menginginkan ayam dengan keunggulan efisiensi penggunaan pakan, mudah beradaptasi, dan produksi daging di bagian dada tinggi, strain yang cocok adalah cobb. Sementara itu, bila Anda menginginkan ayam dengan daya tahan hidup dan pertumbuhan karkas yang baik, Anda bisa memiliki strain hybro.

Selera konsumen

Selain memperhitungkan ketersediaan modal dan teknologi, Anda juga perlu memilih strain ayam yang sesuai dengan selera konsumen. Selera konsumen tergolong bervariasi. Umumnya, masyarakat tidak begitu fanatik dengan daging di bagian dada sehingga harga dada dan paha tidak berbeda.

Baca Juga:  Selain Pakan, Ini yang Memengaruhi Kualitas Susu Kambing

Ketahanan terhadap penyakit

Semakin modern strain, semakin rentan terhadap serangan penyakit karena dikembangbiakkan dalam kondisi lingkungan yang steril dan stabil. Artinya, tidak ada satu pun strain yang kebal terhadap penyakit unggas.