Tips Memperbanyak Tanaman dengan Cangkok

0

Pertanianku – Beberapa sejarawan mengungapkan cara Memperbanyak Tanaman dengan Cangkok sudah sejak dahulu dilakukan oleh para pekebun. Bibit yang diperoleh dengan cara vegetatif ini akan memiliki sifat sama dengan tanaman induknya, baik dari segi tampilan, mutu, maupun ketahanannya terhadap serangan hama dan penyakit. Apabila terjadi penyimpangan sifat, hal itu disebabkan oleh mutasi gen setelah bibit ditanam. Perbanyakan dengan cara cangkok tidak hanya bisa dilakukan terhadap tanaman buah, tetapi pada tanaman hias pun bisa dilakukan. Dalam proses pencangkokan tanaman, terdapat kelebihan dan kekurangannya, yaitu sebagai berikut.

Tips Memperbanyak Tanaman dengan Cangkok

Kelebihan dari proses mencangkok

  • Sifat tanaman baru sama persis seperti induknya
  • Bibit cangkok berbuah lebih singkat (± 4 tahun). Pada tanaman hias, bunga juga akan lebih cepat muncul
  • Waktu untuk menghasilkan bibit cukup singkat, berkisar antara 1—3 bulan
  • Bentuk bibit bagus, sesuai percabangan yang dipilih
  • Cocok ditanam di daerah yang letak air tanahnya dangkal atau di pinggir kolam ikan karena bentuk perakarannya menyebar di dekat permukaan tanah dan tidak memiliki akar tunggang

Kelemahan dari proses mencangkok

  • Dapat merusak pohon induk jika dilakukan secara massal
  • Tanaman sering kali roboh jika terkena angin kencang karena tidak memiliki akar tunggang

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencangkok. Selain harus serius, Anda juga harus memiliki kesabaran dan ketelitian. Sebab jika ketiga hal tersebut tidak ditanamkan pada diri Anda, bisa jadi hasilnya gagal. Kegagalan ditandai dengan mengeringnya cabang yang dicangkok atau tidak tumbuhnya akar pada tanaman yang dicangkok. Untuk menghindari kejadian tersebut, perlu diperhatikan teknik pencangkokan yang benar dan memahami mekanisme pembentukan akar pada proses pencangkokan.

Agar proses pencangkokan berjalan lancar, berikut sarana yang perlu disiapkan.

  1. Alat potong untuk memotong dan memangkas cabang atau ranting. Alat potong yang dapat digunakan di antaranya pisau atau cutter, gunting pangkas, dan gergaji.
  2. Media sebagai tempat tumbuhnya akar. Media untuk pencangkokan di antaranya moss, bubuk sabut kelapa, arang sekam, serbuk kayu, kompos, dan pupuk kandang. Dan untuk media ini, disarankan tidak menggunakan tanah mentah.
  3. Pembungkus media sangat diperlukan dalam mencangkok. Pembungkus media untuk mencangkok di antaranya ijuk, sabut kelapa, daun pisang, kain perca, pot plastik, gelas plastik, kaleng, dan tabung bambu. Namun, kini orang lebih sering menggunakan plastik trasnparan untuk membungkus media cangkok. Plastik transparan lebih dipilih karena harganya murah dan mudah didapat.
  4. Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) dan pupuk bersifat merangsang pertumbuhan karena dapat mempercepat pertumbuhan akar. Namun, penggunaannya tidak boleh berlebihan harus digunakan dalam jumlah tertentu atau dosisnya sesuai.

Dalam mencangkok, penting sekali untuk memilih pohon induk yang akan dijadikan induk tanaman. Berikut tips memilih pohon induk untuk mencangkok.

  • Hindari pemilihan pohon induk yang terlalu tua.
  • Pilih pohon induk yang telah produktif, yaitu menghasilkan buah untuk tanaman buah dan telah berbunga untuk tanaman hias bunga.
  • Pilih tanaman yang tampak kokoh, subur, banyak percabangannya, serta tidak terserang hama dan penyakit.

Apabila Anda sudah memilih induk pohon, selanjutnya pilih cabang tanaman yang akan dicangkok. Berikut tips memilih cabang pohon.

  • Pilih cabang yang berdaun banyak.
  • Permukaan cabang mulus, tidak terserang hama penggerek dan penyakit.
  • Pilih cabang yang telah terbukti rajin berbuah.
  • Pilih bentuk cabang yang tegap dengan arah dan jumlah percabangan yang bagus.
  • Hindari cabang yang telah tua, kecuali untuk keperluan cangkok batang induk.
  • Pilih cabang yang berwarna cokelat muda.
  • Jangan pilih cabang yang berwarna hijau karena cabang tersebut masih muda.
  • Panjang cabang yang ideal sekitar 20—30 cm.
loading...
loading...