Tips Menanam Selada dalam Pot

Pertanianku – Selada (Lactuca sativa) merupakan tanaman yang biasa ditanam di daerah dingin maupun tropis. Selada daun memiliki daun yang berwama hijau segar, tetapi ada juga yang berwarna merah. Tepi daun bergerigi atau berombak. Daunnya lebih enak dikonsumsi mentah. Varietas selada daun yang baik antara lain New york, Imperial, Great lakes, dan Pennlake.

Selada

  1. Syarat tumbuh

Suhu optimal untuk pertumbuhan selada ialah 15—25o C. Selada yang ditanam di dataran rendah cenderung lebih cepat berbunga dan berbiji. Jenis tanah yang cocok untuk penanaman selada ialah lempung berdebu, lempung berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Meskipun demikian, selada masih toleran terhadap tanah yang miskin hara, asalkan diberi pengairan dan pupuk organik yang memadai. Sebaiknya tanah untuk media tanam selada yaitu yang bersifat netral. Jika tanah asam, daun selada menjadi kuning.

  1. Penanaman

Selada dapat ditanam dari biji. Bijinya yang kecil diperoleh dari tanaman yang dibiarkan berbunga. Setelah tua, tanaman dipetik dan diambil bijinya. Benih selada sudah banyak dijual di toko pertanian. Khusus untuk benih selada hibrida lebih baik dibeli di toko pertanian. Hal ini bertujuan agar produksi dan mutu produknya tetap prima.

Tahapan penyemaian dan penanaman selada

  1. Semai benih selada di dalam kotak datar yang berisi campuran media tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Walaupun penanaman langsung dapat dilakukan, tetapi untuk mendapatkan hasil yang baik, disarankan benih disemaikan terlebih dahulu.
  2. Pindahkan bibit setelah berumur tiga minggu ke tempat permanen. Gunakan media tanam seperti pada media tanam penyemaian.
  3. Lakukan pemeliharan dengan cara memberikan biopestisida secara rutin untuk mengendalikan kemungkinan adanya hama dan penyakit. Apabila daun busuk atau terkena hama, segera dibuang. Lakukan penyiangan ketika selada berumur dua minggu.
  4. Lakukan penyiraman 1—2 kali sehari. Frekuensi dua kali per hari terutama selada yang ditanam di dataran rendah karena suhu lingkungan yang tinggi.
  5. Lakukan pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 100 g/pot. Pemupukan dilakukan pada saat penanaman dan sebulan setelah tanam.
  6. Lakukan pemanenan dengan cara memotong bagian tanaman di atas permukaan tanah atau mencabut semua bagian tanaman termasuk akarnya. Selada bisa dipanen setelah tanaman berumur 2—3 bulan. Namun, daun selada juga bisa dipanen lebih cepat karena daun yang muda pun layak untuk dikonsumsi.
  7. Setelah akar dicuci, buang daun-daun yang rusak. Kelompokkan selada berdasarkan ukurannya. Daun selada yang sudah dipanen harus segera dikonsumsi atau dipasarkan karena tidak tahan dengan suhu panas dan penguapan. Oleh karena itu, agar daunnya tahan lama maka harus disimpan di ruang pendingin dengan suhu di bawah 0o C.
Baca Juga:  Cara Sterilisasi Baglog, Media Tumbuh Jamur

 

Sumber: Buku 15 sayuran Organik dalam Pot


loading...