Tips Mendapatkan Buah Mangga yang Sempurna Saat Dipanen

Pertanianku — Kualitas buah mangga bukan saja ditentukan dari cara perawatan, melainkan cara panen yang tepat. Panen buah mangga harus dilakukan dengan benar apabila Anda ingin mendapatkan buah yang bagus. Buah dengan sosok penampilan yang bagus akan lebih mudah dijual karena lebih disukai oleh pelanggan.

panen buah mangga
foto: Pertanianku

Untuk menjaga kualitas buah mangga, sebaiknya panen dilakukan pada sore hari dengan menggunakan pisau yang tajam atau galah yang sudah diberikan pisau di bagian ujungnya. Jangan lupa, sediakan keranjang untuk menampung buah.

Pada skala komersial, buah mangga dipanen dengan menggunakan alat petik berkait yang terbuat dari besi, alat tersebut dinamakan gurung. Namun, sayangnya alat tersebut dapat menyebabkan tangkai buah terputus hingga pangkal buah sehingga menyebabkan banyak getah keluar.

Saat panen, sebaiknya jangan sampai membuat buah mangga jatuh atau memar, terluka, dan terpotong agar kualitas buah tidak menurun. Buah mangga dipetik dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5—1 cm.

Sisa tangkai buah tersebut berfungsi untuk mencegah infeksi jamur dan bakteri pembusuk. Selain itu, sisa tangkai menghindari permukaan kulit buah dari kontaminasi getah.

Getah tersebut sangat lengket dan bisa mengotori kulit mangga sehingga penampilan buah menjadi kurang baik. Selain itu, dapat membuat buah mangga jadi lebih mudah busuk.

Baru pada 2009 ada alat petik yang lebih layak digunakan. Alat petik tersebut merupakan hasil rekayasa dari Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan). Dengan alat petik tersebut, penampilan buah menjadi lebih menarik dan buah tidak mudah busuk hingga sampai di tangan konsumen.

Setelah proses panen selesai, buah mangga perlu disortasi terlebih dahulu berdasarkan kualitas, ukuran, dan jenis. Proses sortasi juga dilakukan berdasarkan bobot, warna, aroma, serta tingkat kesehatan buah.

Baca Juga:  Mikroorganisme Lokal dari Keong Mas

Buah dengan tingkat kualitas tinggi dapat dijual dengan harga layak, sedangkan buah dengan kualitas biasa saja dijual lebih rendah. Sementara itu, buah yang kualitasnya buruk sebaiknya jangan dijual karena bisa mengurangi tingkat kepercayaan konsumen terhadap usaha Anda.