Tips Mengolah Lahan untuk Bertanam Cabai

Pertanianku — Tanah yang akan digunakan untuk bertanam cabai perlu diolah terlebih dahulu agar subur dan gembur. Kondisi tanah saat bertanam sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, Anda tidak boleh melewatkan proses pengolahan lahan yang dilakukan sebelum bertanam cabai. Berikut ini beberapa tips mengolah lahan untuk bertanam cabai yang benar.

tips mengolah lahan
foto: Pertanianku

Lakukan pengukuran pH

Tanah yang sudah dipilih harus diukur terlebih dahulu pH-nya. Hal ini karena pH berkaitan erat dengan tingkat kesuburan tanah dan kemampuan akar untuk menyerap unsur hara di dalam tanah. Jika pH tanah terlalu tinggi, unsur hara tanaman lebih sulit diserap oleh tanaman. Sementara itu, pH tanah yang rendah juga akan menyebabkan tanaman kesulitan menyerap makanan yang ada di dalam tanah.

Pengukuran pH tanah bisa dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus atau pH meter. Pengukuran lebih praktis dengan menggunakan pH meter yang ditancapkan ke tanah.

Pengujian pH sangat berguna untuk menentukan seberapa banyak kapur dan pupuk dasar yang akan dibutuhkan.

Pembajakan tanah

Setelah mengetahui kadar pH tanah, langkah selanjutnya adalah mencangkul tanah hingga bagian topsoil dan subsoil bercampur rata. Pembajakan juga berfungsi untuk mengubah struktur tanah yang semula bergumpal menjadi remah.

Pemberian kapur pertanian

Jika pH tanah belum dalam keadaan normal atau sesuai dengan syarat tumbuh, Anda perlu memberikan kapur pertanian, seperti kaptan dan dolomit. Dolomit mengandung unsur magnesium (Mg) yang dibutuhkan untuk membentuk zat hijau daun. Jumlah kapur yang diberikan harus sesuai dengan kondisi pH tanah.

Pengapuran tidak perlu dilakukan setiap kali penanaman. Anda cukup melakukan pengapuran setiap 3—4 tahun sekali apabila kondisi lahan bagus. Pengapuran sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan. Pemberiannya dilakukan saat 2—4 minggu sebelum tanam ketika udara sedang cerah.

Baca Juga:  Menanam Jagung Tanpa Olah Tanah

Bedengan dilengkapi parit

Setiap bedengan harus dilengkapi dengan parit yang berada di antara bedengan. Parit tersebut berfungsi sebagai saluran air dan idealnya berukuran 50—70 cm. Sementara itu, untuk tanah becek parit dibuat dengan kedalaman 60—70 cm.

Bedengan sebaiknya dibuat menghadap utara ke selatan agar tanaman bisa mendapatkan paparan sinar matahari.