Tips Menyimpan Jamur, Begini Cara yang Seharusnya

    Pertanianku — Jamur merupakan bahan masakan yang disukai oleh banyak orang. Cita rasa dan tekstur dari bahan makanan ini disukai dan dapat ditambahkan pada aneka jenis olahan. Simak tips menyimpan jamur yang patut diperhatikan oleh para pencinta sajian berbahan baku jamur.

     

    menyimpan jamur
    Foto: freepik

    Jamur sendiri ada sangat banyak jenisnya. Di Indonesia, beberapa jenis jamur yang populer antara lain jamur tiram, jamur kuping, jamur merang, dan masih banyak lagi. Berbagai jenis jamur ini memiliki bentuk, tekstur, dan cita rasa yang berbeda saat diolah.

    Loading...

    Tidak hanya mengolah, menyimpan jamur pun ternyata membutuhkan trik khusus. Pasalnya, jamur sangat mudah membusuk bila disimpan dengan cara yang tidak benar. Berikut ini tips menyimpan jamur.

    Pertama, jamur yang hendak disimpan jangan dicuci terlebih dahulu. Walaupun tujuannya menjaga higienitas bahan pangan, mencuci jamur ataupun sayuran lain sebelum disimpan tidak dianjurkan.

    Jamur segar memang cukup lembap. Meskipun demikian, semua jenis jamur tidaklah bisa disimpan dalam keadaan lembap dan terlalu banyak air. Jika dipaksakan, jamur akan berlendir dan tidak layak untuk digunakan sebagai bahan baku masakan.

    Jamur yang dijual di pasaran juga tidak selamanya dalam keadaan bersih. Lantas, bagaimana cara membersihkan jamur ini sebelum disimpan? Menyimpan jamur dalam keadaan kotor juga tidak dianjurkan. Solusinya adalah membersihkan kotoran ini dengan menggunakan pisau atau tisu.

    Bercak dan kotoran pada permukaan jamur akan terlihat kotor. Lap permukaan ini dengan menggunakan tisu dapur atau lap kering lainnya. Jika tidak kunjung hilang, Anda dapat menggunakan pisau untuk mengiris bagian yang kotor ini. Iris jamur jangan terlalu tebal.

    Jangan menyimpan jamur di dalam kulkas dengan dibungkus kantong plastik. Gunakan wadah yang tidak kedap udara sehingga jamur tetap terjaga kelembapannya dan tidak berair karena membusuk dengan terlalu cepat.

    Baca Juga:  Kenali Model-model Akuaponik

    Salah satunya, Anda dapat menggunakan kertas sebagai media pembungkus jamur ini. Gunakan kertas HVS atau tisu kering agar jamur tetap mendapat sirkulasi udara yang baik. Jika tidak ada, Anda tetap dapat menggunakan plastik dengan syarat plastik tersebut harus dilubangi terlebih dahulu.

    Hindari penggunaan kertas bekas, misalnya kertas koran atau kertas bekas mencetak sesuatu. Tinta pada kertas ini dapat menempel pada jamur dan berbahaya bila terkonsumsi oleh manusia.

    Tips terakhir menyimpan jamur adalah dengan meletakkannya di kulkas bagian bawah. Bagian rak bawah ini memiliki suhu paling tinggi sehingga dapat menyimpan kelembapan jamur dengan sempurna.

    Loading...
    Loading...