Tips Menyimpan Kopi agar Kualitasnya Tidak Mudah Menurun

Pertanianku — Kopi termasuk komoditas terkenal yang diminati di pasar ekspor ataupun impor. Saat ini bagi beberapa orang, kopi merupakan salah satu minuman yang rutin dikonsumsi setiap hari. Pasalnya, minuman ini tak hanya dapat memberikan efek positif untuk kesehatan, tetapi juga bisa membangkitkan semangat. Salah satu hal yang perlu Anda pahami dari kopi adalah cara penyimpanan. Tahukah Anda, menyimpanan kopi tidak boleh dilakukan sembarangan.

menyimpan kopi
foto: Pixabay

Kopi bersifat mudah menyerap bau dan rasa. Kopi yang sudah disangrai dan diletakkan di ruangan terbuka dekat dengan ikan asin, kopi tersebut akan beraroma ikan asin. Begitupun bila kopi ditempatkan dekat ban, kemungkinan besar kopi tersebut akan beraroma seperti karet ban. Bila kopi disimpan di dekat kayu, kopi akan beraroma kayu.

Anda perlu menghindari sifat kopi tersebut dengan menyimpan di wadah dengan katup keluaran udara satu arah, yakni hanya untuk udara keluar. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keotentikan rasa dari kopi yang Anda miliki. Katup pada kemasan tersebut bisa mengembang, kemudian meletup karena pelepasan karbon dari kopi.

Wadah yang Anda pilih tidak boleh berbau untuk menjaga kesegaran kopi. Sebaiknya, jangan gunakan wadah yang terbuat dari bahan plastik bermutu rendah.

Apabila Anda tidak memiliki atau menemukan wadah dengan katup keluaran satu arah, Anda bisa menggunakan wadah gelas dengan penutup yang rapat (air tight sealed).

Kopi sebaiknya disimpan di ruangan yang tepat, yaitu tidak terpapar sinar matahari secara langsung dan juga tidak terlalu lembap.

Saat kopi digiling, kesegaran kopi akan segera berkurang. Itu sebabnya Anda perlu menggiling kopi tepat saat ingin menyeduhnya. Kopi yang sudah diseduh pun harus dihabiskan dalam kurun waktu 15 menit agar Anda tetap bisa merasakan kesegaran kopi tersebut.

Baca Juga:  Daun Sukun Pelindung Jantung

Di Indonesia, kopi sudah dibudidayakan sejak 1696, Belanda menjadi pihak yang membawa bibit kopi dari Afrika dan Arab menunju Indonesia untuk dibudidayakan. Karena komoditas ini diminati banyak pihak dan telah menyumbang keuntungan yang besar untuk kongsi dagang VOC, sejak saat itu kopi menjadi komoditas andalan selama Belanda masih berkuasa di Indonesia. Hingga suatu saat di Indonesia terjadi serangan wabah karat daun yang menghancurkan produksi kopi.