Tips Merawat Ikan yang Dipelihara pada Instalasi Budikdamber

Pertanianku — Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember merupakan kegiatan yang digemari oleh masyarakat Indonesia di tengah pandemi. Masyarakat bisa menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu instalasi saja. Ikan dan sayur tersebut bisa didapatkan setelah Anda merawatnya dengan baik dan benar. Merawat ikan yang dipelihara di dalam budikdamber terbilang mudah, asalkan Anda sudah mengetahui caranya.

merawat ikan
foto: pertanianku

Berikut ini beberapa tips untuk Anda yang sedang merawat ikan pada instalasi budikdamber agar bisa berkembang biak dengan baik.

Benih yang sehat

Loading...

Menggunakan benih ikan yang sehat dan berkualitas merupakan modal awal yang baik. Benih ikan yang digunakan harus berukuran seragam, terutama untuk ikan yang memiliki sifat kanibalisme seperti lele. Jika ukuran benih tidak sama, dikhawatirkan benih yang berukuran lebih besar akan memakan benih yang kecil. Benih berkualitas berasal dari induk yang sudah terjamin kualitasnya juga.

Adaptasikan ikan terlebih dahulu

Ikan yang akan ditebar harus diadaptasikan terlebih dahulu dengan air media pemeliharaan lebih kurang 30—45 menit. Jika tidak diadaptasikan terlebih dahulu, ikan akan stres dan akhirnya mati. Hal tersebut terjadi akibat perbedaan kondisi antara air di dalam budikdamber dan air asal benih ikan.

Waktu penebaran yang baik

Ikan sebaiknya ditebar ke dalam ember saat matahari sedang tidak terlalu terik, misalnya pagi atau sore hari. Hal tersebut bertujuan meminimalisir risiko ikan stres akibat suhu yang tinggi.

Pakan yang diberikan

Pakan yang diberikan harus sesuai dengan umur dan ukuran bukaan mulut ikan agar bisa dikonsumsi oleh ikan. Pakan yang terlalu besar menyebabkan ikan susah untuk mengonsumsinya dan mengakibatkan ikan tidak makan. Ikan yang memiliki sifat kanibalisme akan menyerang ikan lain ketika merasa kelaparan.

Baca Juga:  Hama yang Sering Mengganggu Ikan Gurami

Gunakan kadar protein sebesar 27—30 persen agar pertumbuhan ikan lebih cepat. Pakan yang diberikan sebaiknya sebesar 5 persen dari bobot ikan. Frekuensi pemberian dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Anda bisa mengetahui banyaknya pakan yang harus diberikan dengan cara sampling bobot salah satu ikan setiap tujuh hari sekali. Selanjutnya, timbang pakan sebanyak 5 persen dari bobot dan kalikan dengan jumlah populasi yang ada.

Loading...
Loading...