Tips Merawat Tanaman Melon Saat Musim Hujan


Pertanianku — Menanam melon di musim hujan tentu akan membuat Anda sedikit kerepotan. Namun, bukan berarti melakukan proses penanaman di luar kebiasaan tersebut tidak dapat mendatangkan keuntungan maksimal. Merawat tanaman melon di musim hujan bukanlah hal yang mustahil.

Merawat tanaman melon di musim hujan
Foto: Google Image

Curah hujan yang tinggi biasanya akan meningkatkan kelembapan di lahan pertanian, hal ini tentu menjadi momok tersendiri bagi para petani melon. Tidak hanya akan menyebabkan tanaman mudah busuk, tetapi kelembapan tinggi tersebut juga memicu munculnya cendawan atau jamur yang dapat merusak tanaman. Ada beberapa solusi yang bisa Anda coba untuk mengatasi permasalahan tersebut.

  1. Menggunakan ajir

Membuat ajir yang dibentuk seperti tiang jemuran memang akan memakan biaya produksi. Namun mengingat manfaatnya, hal ini dirasa sangat perlu untuk dipertimbangkan. Risiko terinfeksi cendawan atau jamur berbahaya pun bisa diminimalkan dibanding dengan membiarkan tanaman melon tumbuh membujur secara langsung di atas permukaan tanah.

  1. Meninggikan bedengan

Saat menanam melon di musim hujan, buatlah bedengan yang lebih tinggi. Tujuannya, tentu saja agar air hujan yang menggenang tidak mengenai tanaman melon. Tinggi bedengan yang disarankan berkisar 1/2 meter atau kurang lebih 60 cm.

  1. Menggunakan mulsa plastik

Jika Anda merasa pembuatan ajir bambu terlalu merepotkan, cara merawat tanaman melon di musim hujan yang lain adalah dengan menutup bedengan menggunakan plastik mulsa. Bahan dari plastik mulsa akan menahan air hujan tidak sampai turun ke permukaan tanah. Dengan demikian, kelembapan tanah pun akan tetap terjaga.

  1. Menyemprot fungisida

Untuk mencegah munculnya cendawan atau jamur, kita perlu menyemprotkan fungisida pada tanaman melon. Lakukan penyemprotan tersebut setidaknya setiap 3 sampai 4 hari berselang.

  1. Berikan dosis pemupukan yang benar
Baca Juga:  Korea Selatan Panen Pisang Akibat Perubahan Iklim

Jika kita merawat tanaman melon di musim hujan dengan menggunakan ajir bambu, dosis pupuk yang dibutuhkan bisa lebih banyak dari biasanya. Pupuk awal, berikan pupuk NPK dengan dosis 35 gr. Pupuk susulan, berikan pupuk pupuk Urea dengan dosis 300—400 ml larutan urea dengan konsentrasi 2 kg/100 liter, serta pupuk NPK dengan dosis dan konsentrasi yang sama.

  1. Rajin merapikan tanaman

Tanaman melon dikenal dengan daunnya yang berukuran rimbun dan besar. Hal inilah yang menjadi salah satu masalah bagi para petani. Oleh karena itu, Anda harus rajin-rajin merapikan serta menyibak daun-daun tersebut agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan proses pertumbuhan tanaman pun berlangsung dengan optimal.

  1. Memantau perkembangan hama dan penyakit

Hama serta penyakit menyerang tanaman melon secara lebih intensif jika pada saat musim hujan. Sebab, kondisi tanah dan lahan yang lembap merupakan sarana hidup yang paling digemari oleh berbagai hama dan penyakit. Untuk menanggulanginya, sebaiknya Anda melakukan pengecekan secara rutin, agar jika ada bibit-bibit hama dan penyakit yang muncul, Anda dapat melakukan penanganan.

  1. Melakukan sanitasi secara rutin

Buang semua gulma yang muncul dan mengganggu tanaman karena kehadiran gulma ini biasanya diikuti dengan hama serta penyakit. Gulma menjadi rumah yang nyaman bagi hama dan penyakit untuk berkembang biak tanpa sepengetahuan kita. Jadi, jangan pernah lengah dengan kehadiran gulma pada lahan pertanian Anda.