Tips Mudah Berternak Burung Merpati

Pertaninaku – Burung merpati termasuk burung yang sering di ikut lombakan oleh sang pemilik. Karena itulah jenis burung ini sangat disukai para pecinta burung. Selain harganya yang tidak terlalu mahal, berternak burung merpati juga sangat mudah. Banyak yang membudidayakan burung ini secara profesional. Merpati juga sangat mudah berkembang biak, hal tersebut membuat bisnis burung merpati menjadi cukup menggiurkan.

Tips Mudah Berternak Burung Merpati

  1. Pemeliharaan merpati

Burung merpati biasanya hanya bertelur 2 butir saja, namun terkadang juga 3 butir. Jantan dan betina akan bergantian menjaga anakannya setelah menetas, hal ini dilakukan sampai anakannya mampu terbang dan mencari makan sendiri. Setelah anak burung merpati cukup umur dan mampu terbang sendiri, anakan merpati harus dipisahkan dari induknya. Hal ini bertujuan untuk membuat anakan merpati tumbuh dewasa dengan aktif dan mampu mencari kandang yang akan dipilihnya nanti, dengan itu anakannya cepat tumbuh dewasa dan mampu berdikari.

Loading...

Telur merpati biasanya menetas pada usia 20–22 hari, anakan merpati memiliki bulu-bulu halus yang disebut bulu kapas di seluruh tubuhnya dan bulunya berwarna kuning keputihan. Selama pertumbuhannya, anakan merpati harus ditempatkan dalam kandang yang memiliki suhu tidak terlalu dingin dan terlalu panas. Kalau sudah berumur 2–3 bulan, berikan imunisasi kepada anak merpati. Setelah beberapa hari, satukan anakan merpati dengan anakan lainnya sampai saling menemukan jodoh dan berpasangan.

Setelah menemukan pasangannya, Anda dapat memisahkan dengan cara sijantan dilepaskan. Pada awalnya, jarak pelepasan harus dekat, kemudian makin lama makin jauh. Dalam tahap pemeliharaan, peternak tidak perlu khawatir merpatinya akan hilang karena walaupun dilepasbebaskan merpati akan tahu dan pasti kembali pulang ke kandang tempat tinggalnya.

  1. Jenis makanan merpati

Burung merpati bisa kita berikan pakan berupa biji-bijian seperti gandum, cantel, jewawut, beras, jagung, gabah, kacang panjang dan kacang tanah. Selain makanan tersebut, merpati juga membutuhkan sejumlah vitamin dan mineral khusus burung. Untuk melancarkan pencernaan, kita bisa memberikan butiran kulit kerang atau tiram sebagai makanannya yang berbentuk grit.

  1. Penyakit dan cara penanggulangan
Baca Juga:  Jenis-jenis Ayam Katai, Ayam Hias Mini yang Lincah

Sebelum mengobati tentunya kita akan melakukan pencegahan terlebih dahulu, untuk tahap pencegahan bisa dengan cara melakukan upaya rutin dalam membersihkan kandang serta pemberian vaksin.

Untuk membersihkan kandang merpati, kita bisa melakukan penyemprotan dengan menggunakan obat antiseptik atau larutan air kapur dan rendaman tembakau. Sedangkan pemberian vaksin bisa diteteskan melalui lubang mata, lubang hidung, mencampurkannya ke dalam air minum atau makanannya dan melalui suntikan di paha atau perut.

Penyakit yang dapat menimpa burung merpati, yaitu penyakit karena kekurangan vitamin atau avitaminosis (penyakit gila, penyakit dermatitis, penyakit pengkor, penyakit rachitis, dan penyakit perois) danpenyakit karena virus, bakteri dan kuman (NCD, bronchitis, CRD dan cacar).

Gejala pada penyakit NCD (New Castle Deseases), burung merpati terlihat lesu, bulu tampak lusuh, muka pucat, cupung dan jengger tampak kebiru-biruan, tembolok membesar dan mengeras, mulut mengeluarkan lendir dan berbau, tubuh gemetar dan berjalan mundur sempoyongan dengan leher terkulai.

Untuk penyakit bronchitis gejalanya adalah hidung merpati mengeluarkan lendir, bersin-bersin, nafas berbunyi dan tampak lesu. Pengobatannya dengan memberikan suntikan vaksin bronchitis.Untuk penyakit CRD (Cronic Respiratory Deseases) gejalanya adalah turunnya nafsu makan, bersin-bersin, mengeluarkan lendir lewat hidung, kepala bergoncang-goncang, tubuh kurus dan bulu lusuh. Untuk mengobatinya bisa diberikan suntikan vaksin CRD atau terraplek.

Loading...
Loading...