Tips Pembesaran Nila di Hampang 100 m2


Pertanianku – Ikan nila cukup dikenal oleh masyarakat sehingga pemasarannya mudah. Contohnya, nila merah yang sering dibuat filet untuk pasar lokal maupun ekspor. Adapun pembesarannya mudah dilakukan di lokasi mana pun dengan berbagai media. Dengan demikian, budi daya ikan tersebut dapat memanfaatkan lahan yang kurang produktif. Pengelolaannya juga relatif mudah. Dengan pemberian pakan yang cukup, pertumbuhannya relatif cepat. Selain itu, ikan nila tergolong ikan yang cukup tahan terhadap serangan penyakit.

Biologi Ikan Nila

1. Memulai usaha

– Buatlah hampang ukuran 100 m2. Hampang dapat dibuat bersekatsekat dengan bentuk bujur sangkar atau persegi panjang.

– Siapkan peralatan budi daya dan panen yang dibutuhkan.

– Tebar benih ikan nila kualitas baik dengan padat tebar 100—200 ekor per m3.

2. Kendala

– Pembuatan hampang di perairan yang berarus kuat cukup berbahaya.

– Sering ada pencemaran air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan ikan.

3. Strategi

– Percepat pertumbuhan dengan hanya memelihara nila jantan saja. Pertumbuhan nila jantan lebih cepat dari nila betina. Metode yang digunakan dengan mengubah benih nila betina menjadi jantan semua (monosex culture).

– Berikan pakan berupa pelet dengan kandungan protein 28—30% sebanyak 2—3% berat ikan. Adapun frekuensi pemberian pakannya 3 kali sehari.

– Jaga kondisi air dan berikan pakan yang baik agar ikan cepat tumbuh.

– Tempatkan hampang di perairan yang kaya akan nutrien atau unsur hara. Tujuannya untuk membantu pembesaran ikan.

– Panen setelah dipelihara selama 3—4 bulan.

 

Sumber: Buku 79 Bisnis Pertanian Menguntungkan

 

Baca Juga:  Belalang Diolah Jadi Nugget, Berani Coba?
loading...
loading...