Tips Pemeliharaan Pohon Kemiri agar Tumbuh Subur

Pertanianku— Tingkat kesuburan tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya melalui cara pemeliharaan. Pemeliharaan pohon kemiri yang perlu rutin dilakukan adalah pemupukan, penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah, penyulaman, dan penjarangan. Kegiatan tersebut harus dilakukan dengan benar agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan. Berikut ini ulasan singkat mengenai tiap kegiatan pemeliharaan pohon kemiri.

pemeliharaan pohon kemiri
foto: Pertanianku

Pemupukan

Kemiri memang bisa tumbuh di tanah marginal, tetapi tetap saja membutuhkan pemupukan rutin. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik (pupuk kandang) ataupun pupuk kimia. Pemberian pupuk kandang perlu dilakukan sekali setahun.

Penyiraman

Kegiatan penyiraman perlu dilakukan untuk mencegah kekeringan pada tanaman muda dan mempermudah tanaman dalam mengambil zat hara yang diperlukan untuk tumbuh. Penyiraman dilakukan terutama pada saat musim kemarau. Frekuensi penyiraman disesuaikan dengan kondisi setempat, tetapi sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sore hari.

Penyiangan

Proses penyiangan di sekitar tanaman muda penting dilakukan untuk menghindari kompetisi unsur hara. Selain mengganggu pertumbuhan tanaman, kehadiran gulma bisa menjadi sarang hama dan penyakit tanaman. Penyiangan perlu dilakukan secara intensif hingga tanaman berumur tiga tahun.

Pada tahun pertama, penyiangan dilakukan setiap 1–2 bulan sekali. Dua tahun berikutnya, penyiangan dilakukan setiap bulan. Pada tahun selanjutnya, penyiangan dilakukan dengan cara pembabatan semak belukar yang mungkin tumbuh di sekitar tanaman.

Penggemburan tanah

Tanah yang sudah memadat akibat sering disiram dapat menyebabkan akar tanaman tidak leluasa dalam menyerap unsur hara. Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. Penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman.

Penyulaman

Sering dijumpai pada lahan pembesaran, tanaman mati beberapa hari setelah ditanam atau tidak memperlihatkan pertumbuhan yang baik karena kurang sehat sehingga perlu disulam dengan bibit cadangan. Jumlah bibit cadangan sekitar 10% dari jumlah bibit yang ditanam. Penyulaman bisa dilakukan satu bulan setelah penanaman.

Baca Juga:  Kendala Budidaya Hidroponik yang Sering Dialami

Penjarangan

Penjarangan tanaman perlu dilakukan jika tanaman yang seharusnya berproduksi tinggi ternyata memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Hal ini bisa dilakukan terhadap kebun yang ditanami pohon dengan jarak tanam rapat. Penjarangan dimulai setelah tanaman berumur lima tahun atau disesuaikan dengan kondisi tanaman.