Tips Pengairan pada Pohon Buah Naga

Pertanianku — Pohon buah naga memerlukan pengairan rutin untuk menunjang pertumbuhan yang optimal. Pohon buah naga memang membutuhkan tanah dengan kondisi kering, tetapi untuk memenuhi masa pertumbuhannya, tetap diperlukan bantuan air untuk menjalankan fisiologis dari tanaman. Pengairan pohon buah naga biasanya dilakukan pada hari ke-10 setelah tanam atau bergantung pada kondisi lahan.

pohon buah naga
foto: pertanianku

Jika kondisi media tanam terlalu kering, harus segera disiram. Penyiraman tidak perlu terlalu banyak, cukup media tanam menjadi basah. Penyiraman yang terlalu banyak dapat menyebabkan tanaman terendam dan mudah terkena busuk batang.

Penyiraman buah naga bisa menggunakan sistem leb atau sistem sprinkle. Pemberian air pada tanaman berfungsi untuk mencegah kerusakan karena suhu tanah yang terlalu tinggi. Pengairan pohon buah naga harus dilakukan dengan cukup, tidak kurang dan tidak lebih. Pengairan yang kurang dapat menyebabkan suhu semakin panas.

Loading...

Selain volume pengairan yang harus diperhatikan, waktu penyiraman juga harus dipertimbangkan. Tanaman yang disiram pada saat matahari terik atau pada siang hari akan menyebabkan cabang atau batang menjadi sedikit menguning. Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya pembusukan di pangkal batang. Pembusukan tersebut biasanya terjadi dalam pangkal batang ke arah permukaan tanah.

Pembusukan tersebut bisa terjadi pada tanaman yang berumur 1—2 bulan sejak tanam. Pada tanaman yang sudah dewasa akan jarang mengalami pembusukan karena perakarannya sudah sedikit dalam.

Setiap lubang tanam bisa diberikan pengairan sebanyak 2,5 liter air. Namun, jika airnya melimpah, air bisa dialirkan melalui parit di kanan-kiri tanaman. Bendung bagian ujung parit agar air tidak terus mengalir. Perendaman air di dalam parit bisa dilakukan selama 2 jam. Setelah itu, air di dalam parit harus dikeluarkan atau dibuang.

Baca Juga:  Pupuk yang Dibutuhkan Jambu Air Madu Deli untuk Menghasilkan Buah yang Lebat

Pada saat tanaman memasuki fase berbunga dan buah, volume pengairan harus dikurangi agar pertumbuhan tunas baru tidak melambat dan berhenti. Jika tanda kuncup bunga sudah muncul, pengairan ke tanaman bisa diberhentikan.

Hal tersebut juga terjadi pada saat tanaman sudah muncul buah berukuran kepala tangan. Meskipun masih hijau sedikit kemerahan pada kulitnya, pengairan harus dihentikan hingga buah sudah tua. Buah yang sudah tua ditandai dengan ujung dan pangkal buah sedikit keriput dan keras.

 

 

Loading...
Loading...