Tips Penyiponan dan Pergantian Air Gurami


Pertanianku – Air dalam akuarium harus selalu diganti. Frekuensi pergantian air dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk benih gurami yang sudah berukuran di atas 1,5 cm, pergantian air dilakukan pada sore dan malam hari.

Penyiponan dan Pergantian Air Gurami

Air dalam akuarium harus selalu diganti. Frekuensi pergantian air dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk benih gurami yang sudah berukuran di atas 1,5 cm, pergantian air dilakukan pada sore dan malam hari.

Pergantian air dilakukan untuk mengganti air yang telah kotor karena sisa pakan dan kotoran dari benih gurami. Volume air yang diganti sebanyak 1/4 bagian dari volume air dalam akuarium. Pada saat pergantian air, kotoran yang berada di dasar akuarium dibersihkan dengan cara disipon (disedot) menggunakan selang plastik kecil. Pada ujung selang diberi kain kasa agar ikan tidak tersedot keluar.

Penyiponan dilakukan sampai air berkurang sekitar 1/4 bagian dari volume air dalam akuarium. Pengurangan air dengan proses penyiponan sebanyak 1/4 bagian air dari dalam akuarium adalah  untuk mencegah terjadinya perubahan faktor fisik dan kimia air dalam akuarium. Apabila air yang diganti terlalu banyak, dikhawatirkan ikan akan stres karena kondisi air baru tidak cocok untuk ikan tersebut. Oleh karena itu, pergantian air sebanyak 1/4 bagian sudah cukup untuk menyegarkan air yang sudah menurun kualitasnya.

Proses penyiponan disertai dengan pembersihan kaca akuarium bagian dalam. Untuk membersihkan kaca, sebaiknya digunakan busa lembut dan dilakukan dengan hati-hati agar air di akuarium tidak bergelombang/berarus.

Air baru yang akan diisikan ke akuarium sebaiknya dicek terlebih dahulu kondisi suhu, pH, dan kebersihannya. Apabila kondisi air baru telah sesuai dengan air yang ada di dalam akuarium, air baru tersebut dapat segera dimasukkan.

Baca Juga:  Ingin Untung Maksimal? Pakai Cara Ini untuk Budidaya Ikan Gabus

Bagi sebagian besar peternak gurami, proses pergantian air ini sudah menjadi bagian yang sangat sederhana dan tidak terlalu banyak membutuhkan energi dan tenaga. Air baru yang akan dimasukkan ke dalam akuarium telah disusun dalam bentuk instalasi pipa air yang posisinya berada di atas akuarium. Jadi, proses pergantian air dilakukan hanya dengan membuka kran, lalu air akan keluar dengan sendirinya. Kran dibuka secara perlahan agar jangan sampai terjadi guncangan dan arus yang besar.

 

Sumber: Buku Usaha Pembenihan Gurami