Tips Persemaian Benih Cabai


Pertanianku – Bersamaan dengan awal kegiatan persiapan lahan, lakukan kegiatan persemaian benih. Siapkan media semai meliputi campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2 : 1. Selanjutnya, masukkan media semai tersebut ke dalam polibag atau pun rak semai yang dapat dibeli di tokotokopertanian. Sebelum benih dimasukkan dalam media semai, rendam benih dalam air untuk memisahkan benih yang baik dan tidak. Setelah benih dimasukkan ke dalam media semai, tutup dengan sedikit media semai. Penyiraman persemaian dilakukan minimal dua kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi cuaca. Beberapa hal yang perlu dicatat dalam persiapan tempat persemaian, di antaranya kecukupan sinar matahari (tidak terlalu ternaungi), ketersediaan sumber air, kedekatan dengan areal pertanaman, serta bebas dari sumber hama dan penyakit. Jika memungkinkan, sebaiknya sterilkan terlebih dahulu media semai dengan cara dikukus.

Pengairan dan pemupukan Tanaman Cabai

Untuk mencegah serangan penyakit (bakteri dan cendawan), sebelum dilakukan persemaian benih dapat direndam terlebih dahulu selama beberapa saat dengan air hangat atau ditambah dengan larutan fungisida atau bakterisida. Saat perendaman juga dapat dipilih benih yang baik yaitu benih yang tenggelam. Benih yang terapung atau melayang ada baiknya dipisahkan saja. Untuk mempercepat perkecambahan benih, dapat juga diberikan Atonik dengan konsentrasi 1 g/L.

Pemeliharan benih saat mulai berkecambah hingga siap tanam sangat penting. Pemeliharaan yang wajib untuk dilakukan adalah penyiraman secara rutin dua kali sehari dan pemupukan dengan pupuk daun misalnya Gandasil D, Bayfolan, Hyponex dan Vitabloom atau dapatjuga melarutkan pupuk NPK (NPK mutiara 16 : 16 : 16). Saat benih mulai berkecambah, tanaman cabai sudah mulai dapat terserang patogen. Gangguan pada bibit cabai antara lain disebabkan oleh penyakit rebah kecambah, hama kutu daun, tungau, dan thrips.

Baca Juga:  Umbi Bawang Merah Berukuran Besar, Ini Rahasianya!

 

Sumber: Buku Cabai Kualitas Premium