Tips Rahasia Meningkatkan Kualitas Hasil Pegomposan


Pertanianku — Kompos merupakan hasil perombakan bahan organik oleh mikrobia dengan hasil akhir berupa kompos yang memiliki nisbah C/N yang rendah. Kompos bisa dibilang sangat mudah untuk dibuat. Namun, bagaimana dengan kualitasnya? Adakah cara untuk meningkatkan kualitas hasil pengomposan?

meningkatkan kualitas hasil pengomposan
Foto: Dok. Pertanianku

Kompos berasal dari sampah organik yang bisa berupa sisa-sisa tumbuhan, sayuran, dan juga bisa dicampurkan dengan kotoran hewan. Kompos bisa dibuat dengan berbagai macam cara. Namun, dalam pembuatannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut untuk meningkatkan kualitasnya.

Selalu mulai tumpukan kompos baru dengan lapisan halus tanah di bagian bawah dengan ketebalan 15—20 cm untuk menyerap kelembapan dari tumpukan dan menjaga aerasi pada tempat pengomposan agar oksigen tetap tersedia sehingga kondisi tempat tidak terlalu septik.

Periksa daftar dari rasio karbon dan nitrogen untuk berbagai bahan kompos yang digunakan. Hal ini berguna untuk mengetahui berapa banyak komposisi masing-masing bahan untuk memasukkan ke tumpukan. Kandungan tersebut sangat penting untuk menghasilkan kualitas kompos yang didapatkan.

Selalu tambahkan sumber nitrogen tambahan seperti pupuk kandang atau sampah dapur dengan takaran yang tidak terlalu banyak. Dengan begitu, kandungan kompos bisa seimbang antara nitrogen dan karbonnya.

Usahakan selama proses pengomposan, bahan yang tercampur tidak terlalu basah ataupun kering. Lakukan pembuatan kompos di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan usahakan bahan mendapat air dari lingkungan sekitar yang tidak terlalu banyak. Hal ini dilakukan agar rasio nitrogen yang umumnya di bahan yang lembap dan karbon di bahan yang kering berada pada posisi yang seimbang dan tepat.

Pada umumnya kompos akan matang jika sudah tidak mengeluarkan bau menyengat, berwarna cokelat kehitaman, dan memiliki pH yang mendekati netral. Selain itu, pada umumnya dengan penambahan EM4 akan mempercepat proses komposting. Sementara, pengadukan bisa dilakukan 3 hari sekali yang bertujuan agar bahan-bahan homogen dan tercampur dengan sempurna.

Baca Juga:  3 Kelebihan Sistem Akuaponik Dibanding Hidroponik

Banyak ahli yang meneliti kandungan apa saja yang harus terdapat pada kompos dan seberapa besar rasio atau komposisinya. Pada intinya harus diketahui terlebih dahulu unsur apa yang lebih dibutuhkan di lahan untuk menunjuang kegiatan budidayanya. Pembuatan kompos bisa dilakukan dengan melihat hal tersebut. Misalkan, pada lahan pertanian kekurangan unsur N, maka dapat dibuat kompos dengan kandungan unsur N yang lebih banyak.