Tips Sukses Budidaya Ikan Mujair


Pertanianku – Ikan mujair (Oreochromis mossacmbicus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Ikan ini pertama kali ditemukan di Indonesia tepatnya di muara Sungai Serang di pantai selatan Blitar, Jawa Timur.

Tips Sukses Budidaya Ikan Mujair

Ikan ini juga memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, dan juga sangat mudah dibudidayakan. Ikan mujair memiliki bentuk yang hampir sama dengan ikan nila. Selain itu, warnanya hampir sama. Berikut tips sukses budidaya ikan mujair untuk Anda.

Persiapan kolam

Sebelum melakukan budidaya ikan mujair, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan. Salah satunya adalah kolam yang akan digunakan. Kolam dikeringkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengapuran. Proses pengapuran bertujuan memberantas hama dan ikan liar. Kolam yang harus dipersiapkan adalah kolam pemijahan atau kolam pemeliharaan induk, kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan, dan kolam pembesaran. Kolam pembesaran dibagi menjadi 2, yaitu pembesaran tahap 1 untuk benih yang baru lepas dari kolam pendederan dan pembesaran tahap 2 untuk memelihara benih gelondongan yang besar.

Pemilihan indukan

Sebelum melakukan budidaya ikan mujair, Anda harus memilih bibit induk yang unggul agar mujair yang dihasilkan nantinya menjadi berkualitas. Ciri-ciri bibit berkualitas antara lain mampu memproduksi benih dalam jumlah besar dengan kualitas yang tinggi, pertumbuhan ikan yang cepat, ikan sangat responsif terhadap makanan buatan, resisten ikan terhadap serangan parasit, hama, dan penyakit. Selain itu, ikan dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang buruk. Berat ukuran induk yang dapat dilakukan pemijahan minimal seberat 100 gr.

Mujair memiliki ciri-ciri tertentu untuk membedakan jantan dan betina. Berikut ciri-ciri dimaksud.

Ciri ikan mujair jantan:

  • Terdapat 2 lubang pada alat urogenital, yaitu lubang sperma+lubang urin dan anus.
  • Ujung sirip ikan jantan berwarna kemerah-merahan yang jelas dan terang.
  • Warna perut kehitam-hitaman atau lebih gelap.
  • Warna dagu kemerah-merahan dan kehitam-hitaman.
  • Jika perut di-striping akan mengeluarkan cairan.
Baca Juga:  Panen Nila 500 Gram per Ekor

Ciri ikan mujair betina:

  • Di alat urogenetial terdapat 3 lubang, yaitu lubang urin, lubang pengeluaran telur, dan dubur.
  • Ujung sirip berwarna kemerah-merahan yang pucat dan tidak jelas.
  • Warna perut lebih putih.
  • Warna dagu putih.
  • Jika perut di-striping tidak akan mengeluarkan cairan.

Pembibitan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu sistem satu kolam, dua kolam, dan dengan sistem platform yang membutuhkan 4 kolam.

Pembenihan

Pemijahan mujair dapat berlangsung sepanjang tahun dan diperlukan air dengan ketinggian sekitar 50 cm. Pakan yang diberikan terdiri atas tepung ikan (25%), tepung kopra (10%), dan dedak halus (65%) atau dengan pelet berkadar protein 20—30% dengan ukuran 2—3% dari berat populasi per harinya. Telur akan menetas sekitar 3—5 hari setelahnya dengan suhu 25—27 derajat Celsius. Induk akan melepaskan anak-anaknya untuk mencari makan sendiri setelah dua minggu.

Pemeliharaan

Pemeliharan ikan mujair dilakukan dengan mudah berupa pemberian pakan, pergantian air, penanganan hama dan penyakit, serta penyiangan kolam.

  • Pemberian pakan

Pemberian pakan ikan mujair dilakukan 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Pakan yang digunakan berupa pelet, bekatul, dan pakan alami lainnya.

  • Pergantian air

Lakukan pergantian air dengan teratur sekitar 2—3 minggu sekali. Hal ini agar tidak terjadi penumpukan sisa makanan yang dapat menyebabkan datangnya berbagai penyakit.

  • Penanganan hama dan penyakit

Hama dan penyakit ikan mujair sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ikan. Oleh karena itu, harus dilakukan pengendalian hama dan penyakit melalui penyuntikan, pemberian nutrisi, dan merendam ikan dalam larutan.

Pemanenan

Ikan mujair ini dapat dipanen pada 4—5 bulan setelah dilakukan penebaran benih. Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara melakukan pengeringan kolam, penjaringan, dan penangkapan langsung.

Baca Juga:  Panen Nila 500 Gram per Ekor
loading...
loading...