Tips Sukses Menanam Stroberi di Daerah Panas


Pertanianku — Stroberi akan tumbuh subur dan berbuah lebat jika ditanam di daerah dengan suhu udara dingin. Namun jangan bersedih, Anda juga dapat menanam stroberi di daerah panas. Tentu saja Anda perlu memberikan perlakuan-perlakuan tertentu agar ia dapat tumbuh sehat dan berbuah lebat.

menanam stroberi di daerah panas
Foto: Unsplas

Bagaimana proses pembudidayaan stroberi di daerah panas dilakukan? Berikut ini tipsnya.

  1. Biarkan bibit stroberi beradaptasi

Mengingat stroberi biasanya tumbuh di daerah beriklim sejuk dan dingin, Anda harus mengadaptasikannya terlebih dulu sebelum ditanam di daerah panas. Caranya, usahakan pemindahan bibit stroberi dari tempat penjual ke lahan penanaman dilakukan saat malam hari.

Selanjutnya, letakkan bibit-bibit tersebut ke dalam ruangan yang ber-AC selama 3—5 hari. Usahakan setiap hari suhu ruangan dinaikkan sedikit demi sedikit sampai mendekati suhu normal di luar ruangan. Berikan perhatian yang intensif dan amati perkembangan kondisi bibit stroberi tersebut selama proses adaptasi.

  1. Pakai media tanam yang berorganik

Stroberi sangat menyukai media tanam yang subur dan mengandung unsur organik tinggi. Tanaman ini juga akan tumbuh dengan baik ketika dipelihara di media tanam yang bersifat porous. Untuk membuat media tanam dengan kondisi tersebut, Anda bisa mencampur sekam padi dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah itu, biarkan media tanam tersebut selama 3 hari sambil terus disirami sebelum siap dipakai.

  1. Siram dua kali sehari

Agar kondisi lingkungan pemeliharaan stroberi mendekati habitat aslinya, disarankan menyiram tanaman ini dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman cukup dilakukan seperlunya saja jangan sampai media tanam terlalu basah. Selain itu, jangan lupa siram stroberi menggunakan pupuk kandang cair seminggu sekali.

  1. Pengendalian hama dan penyakit
Baca Juga:  Kapan Pemupukan Tanaman Cabai yang Paling Tepat?

Di daerah panas, stroberi biasanya tidak terlalu rawan terhadap hama dan penyakit. Hama stroberi yang biasa menyerang contohnya mealibug, belalang, thrips, dan kutu kuning yang bisa dikendalikan dengan curacron berdosis 1—2 ml/L.

Sementara, untuk penyakit yang sering menyerangnya meliputi busuk akar dan busuk daun yang bisa diatasi dengan mengurangi intensitas penyiraman tanaman dan menghilangkan bagian-bagian tanaman yang berpenyakit.

  1. Bungkus bakal buah stroberi

Setelah berusia sekitar 2—3 bulan, tanaman stroberi akan menghasilkan bakal buahnya. Agar bakal tersebut bisa berkembang menjadi buah yang sempurna dan berukuran besar, Anda bisa membungkusnya dengan plastik berwarna hitam. Hal ini ditujukan untuk mencegah rusaknya bakal buah akibat sengatan matahari dan mengurangi tingkat penguapan.