Tips Sukses Mencangkok Tanaman Buah

Pertanianku — Cangkok sering kali dipilih untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif karena bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang hampir sama seperti tanaman induknya. Apabila terjadi penyimpangan sifat, kemungkinan besar itu disebabkan oleh mutasi gen setelah bibit ditanam. Proses mencangkok tanaman harus dilakukan dengan serius, kesabaran, dan ketelitian. Pasalnya, kesalahan kecil dapat menyebabkan bibit gagal terbentuk.

mencangkok tanaman
foto: Pertanianku

Perbanyakan tanaman dengan cara mencangkok memiliki kelebihan dan kekurangan seperti berikut.

Kelebihan mencangkok

  • Sifat tanaman baru sama persis seperti induknya.
  • Bibit cangkok berbuah lebih singkat (± 4 tahun). Pada tanaman hias, bunga juga akan lebih cepat muncul.
  • Waktu untuk menghasilkan bibit cukup singkat, berkisar antara 1–3 bulan.
  • Bentuk bibit bagus, sesuai percabangan yang dipilih.
  • Cocok ditanam di daerah yang letak air tanahnya dangkal atau di pinggir kolam ikan karena bentuk perakarannya menyebar di dekat permukaan tanah dan tidak memiliki akar tunggang.

Kekurangan mencangkok

  • Dapat merusak pohon induk jika dilakukan secara massal.
  • Tanaman sering kali roboh jika terkena angin kencang karena tidak memiliki akar tunggang.

Agar proses cangkok berjalan lancar, Anda perlu menyediakan beberapa perlengkapan seperti alat potong, media sebagai tempat tumbuhnya akar, pembungkus media, dan zat perangsang tumbuh. Media untuk pencangkokan di antaranya moss, bubuk sabut kelapa, arang sekam, serbuk kayu, kompos, dan pupuk kandang. Untuk media cangkok, disarankan tidak menggunakan tanah mentah.

Adapun pembungkus yang digunakan dapat terbuat dari ijuk, sabut kelapa, daun pisang, kain perca, pot plastik, gelas plastik, kaleng, dan tabung bambu. Namun, kini orang lebih sering menggunakan plastik transparan untuk membungkus media cangkok. Plastik transparan lebih dipilih karena harganya murah dan mudah didapat.

Baca Juga:  Keistimewaan Andaliman yang Membuatnya Jadi Komoditas Ekspor

Hal selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah pohon induk yang akan dijadikan induk tanaman. Pilihlah pohon induk yang tidak terlalu tua, sudah produktif atau menghasilkan bunga, kokoh, subur, banyak percabangannya, serta tidak terserang hama dan penyakit.

Setelah mendapatkan pohon induk yang sesuai, Anda dapat langsung memilih cabang tanaman yang bagus seperti langkah berikut.

  • Pilih cabang yang berdaun banyak.
  • Permukaan cabang mulus, tidak terserang hama penggerek dan penyakit.
  • Pilih cabang yang telah terbukti rajin berbuah.
  • Pilih bentuk cabang yang tegap dengan arah dan jumlah percabangan yang bagus.
  • Hindari cabang yang telah tua, kecuali untuk keperluan cangkok batang induk.
  • Pilih cabang yang berwarna cokelat muda.
  • Jangan pilih cabang yang berwarna hijau karena cabang tersebut masih muda.
  • Panjang cabang yang ideal sekitar 20–30 cm.