Tips Sukses Usaha Beternak Cacing Tanah


Pertanianku – Sekilas, cacing tanah merupakan hewan yang menjijikkan. Namun, jika Anda mengetahui bahwa sudah ada yang meraih omzet jutaan rupiah dari cacing tanah, apakah Anda masih berpikiran yang sama?

Beternak Cacing Tanah

A. Peluang Usaha

Salah satu cacing yang dapat dibudidayakan untuk komersil adalah cacing tanah (Lumbricus rubellus). Budi daya cacing tanah cukup mudah dan sekaligus memiliki harga jual yang cukup tinggi, baik dalam bentuk tepung cacing maupun dijual hidup. Bahkan, media bekas pemeliharaan cacing dapat dijual untuk dijadikan media tanam. Dengan demikian, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai peluang dan kesempatan usaha.

B. Memulai usaha

  • Siapkan wadah berupa petak-petak kayu atau plastik untuk tempat hidup cacing. Ukuran kotak dapat bervariasi, misalnya 50 cm x 40 cm x 30 cm.
  • Siapkan media untuk hidup dan berkembang biak berupa bahan organik seperti tanah, serasah daun, bekas media budi daya jamur, sampah sayuran, pupuk kandang, dan pelepah pisang. Media tidak mudah menjadi padat.
  • Satu periode produksi 4 bulan.
  • Dapat pula dengan menggunakan bantuan dekomposer seperti bakteri pengurai, molase (tetes tebu), air kelapa, atau air cucian beras.
  • Sediakan bibit cacing tanah yang baik atau menyisihkan cacing tanah dari hasil panen sebelumnya.

C. Kendala

  • Bila media tidak memenuhi syarat, mengandung bahan beracun atau zat-zat kimia yang tidak disukai cacing, serta pH-nya terlalu tinggi/ rendah, cacing tidak akan bersarang dan tetap berada di permukaan media.
  • Cacing tanah adalah hewan yang memiliki dua kelamin dalam satu tubuh, jantan dan betina (hermaprodit), tetapi tidak dapat membuahi sendiri. Pembuahan tidak akan terjadi tanpa adanya bantuan cacing lain.

D. Strategi

  • Cacing tanah merupakan hewan yang takut sinar sehingga wadah harus ditempatkan di tempat teduh/tertutup.
  • Setiap kotak berukuran 50 cm x 40 cm x 30 cm dapat menampung kurang lebih 1 ons bibit cacing atau sekitar 100—130 ekor bibit. Kotak berukuran 1 m2 dapat menampung 0,5 kg cacing.
  • Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, harus diaduk dan ditambah air. Diamkan selama 3—4 minggu sambil beberapa kali diaduk. Kotoran ternak juga diaduk dengan air secara tersendiri. Kemudian, campuran bahan organik dan kotoran ternak dicampur dengan perbandingan 70% : 30%.
  • Agar telur mudah menetas, usahakan suhu dan kelembapan stabil. Dibutuhkan suhu 15—25° C dan pH 6—7,2.
  • Lakukan tes media dengan memasukkan cacing ke dalamnya. Bila dalam 12 jam cacing tetap tenang di dalam media, berarti cacing cocok hidup di media tersebut.
  • Setelah tes selesai, sebarkan bibit cacing lain secara merata di atas media. Tutup wadah dengan daun pisang, koran, atau plastik. Tujuannya untuk mengurangi penguapan dan sinar.
  • Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 kg, pakan yang diberikan juga harus 1 kg.
  • Cacing tanah menjadi dewasa setelah berumur 2—3 bulan dan siap berkembang biak dan memasuki masa produktif. Dalam setahun, 1 ekor cacing dapat menghasilkan 1.000 anak cacing.
  • Dalam beternak cacing tanah, ada dua hasil terpenting, yaitu biomassa (cacing tanah) dan kascing (bekas cacing). Cacing dapat dipanen setelah umur 2,5—7 bulan, tergantung keinginan konsumen.
Baca Juga:  Tips Budidaya Semut Rangrang dengan Toples

 

Sumber: Buku 34 bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah