Tips Sukses Usaha Pembibitan Puyuh


Pertanianku – Semakin banyaknya peternak puyuh tidak diiringi dengan kontinuitas produksi bibitnya. Sebagian besar bibit diperoleh dari hasil pembibitan sendiri. Oleh karena itu, peluang dalam menghasilkan bibit puyuh cukup menjanjikan.

Pembibitan Puyuh

A. Peluang Usaha

Segmen usaha pembibitan puyuh merupakan peluang usaha yang dapat dikembangkan. Tidak sedikit orang yang ingin memproduksi telur puyuh dengan membeli bibit DOQ (day old quail). Dengan membesarkan puyuh dari bibit akan lebih praktis daripada harus memelihara induk dan menetaskan telur puyuh sendiri.

B. Memulai usaha

  • Pilih lokasi usaha yang tepat untuk pembibitan puyuh., yaitu jauh dari kebisingan dan lalu lalang orang.
  • Siapkan kandang puyuh dengan sistem litter atau baterai. Kandang harus mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Jenis kandang yang dibuat adalah untuk calon induk jantan dan betina, kandang perkawinan, serta kandang DOQ.
  • Siapkan mesin tetas listrik berkapasitas 600—1.000 telur.
  • Sediakan sarana pakan, minum, dan obat-obatan.
  • Pilihlah bakalan puyuh yang baik. Sebaiknya pilih jenis puyuh yang produktif bertelur.
  • Setiap tahun, setiap induk puyuh mampu menghasilkan 240 DOQ dengan kelangsungan hidup 35%.

C. Kendala

  • Memerlukan mesin tetas yang memanfaatkan listrik.
  • Adanya serangan penyakit pada musim hujan.
  • Kematian puyuh tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya.

D. Strategi

  • Jaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang.
  • Kandang calon induk puyuh jantan dan betina dipisah agar mudah diseleksi dan tidak terjadi perkawinan tanpa kontrol. Ukuran kandang harus dapat menampung 45—55 ekor/m2. Kandang perkawinan dibuat dengan kepadatan 40—60 ekor/m2. Untuk kandang DOQ kepadatannya 140 ekor/m2.
  • Perbandingan untuk perkawinan antara jantan dan betina adalah 1 : 3—4. Puyuh jantan mengalami dewasa kelamin umur 36—40 hari dan mulai bertelur pada umur 40—42 hari.
  • Pemberian pakan untuk induk dapat dilakukan 2 kali sehari. Jumlah konsumsi pakan pada puyuh dewasa sekitar 20—22 g/ ekor/hari. Pemberian pakan anak puyuh 1—10 g/ekor/hari. Sediakan air minum secara terus-menerus
  • Puyuh yang sakit dipisahkan untuk diobati. Segera singkirkan puyuh yang mati.
  • Lakukan vaksinasi secara berkala dan teratur untuk mencegah serangan penyakit.
Baca Juga:  Udang Windu Kembali Bangkit karena Phronima Suppa

 

Sumber: Buku 34 bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah

 

loading...
loading...