Tips untuk Membuat Bibit Okulasi

Pertanianku — Okulasi sering dilakukan untuk perbanyak tanaman secara vegetatif agar mendapatkan bibit yang sama bagusnya dengan pohon induk. Dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif lainnya, perbanyakan okulasi bisa menghasilkan bibit yang lebih berkualitas. Cara membuat bibit okulasi sebenarnya susah-susah gampang. Berikut ini beberapa tips saat membuat bibit tanaman dengan teknik okulasi agar berhasil.

membuat bibit okulasi
foto: Trubus

Gunakan batang bawah yang sesuai kriteria

Bibit bawah yang digunakan merupakan bibit yang berasal dari semai benih tanaman yang memiliki perakaran kuat dan tahan terhadap penyakit akar. Pertumbuhan batang bawah terawat dengan baik, tidak terserang hama dan penyakit. Batang bawah yang bagus untuk digunakan harus tumbuh tegak lurus dengan ketinggian sekitar 30 cm dan sudah berumur sembilan bulan.

Gunakan batang atas yang sesuai kriteria

Batang atas berasal dari tanaman yang unggul, sehat, dan tidak terserang hama serta penyakit. Batang atas harus memiliki 4—5 buah mata tunas yang bagus, lalu buang daunnya agar batang tidak mudah mengering. Pemotongan cabang dan daun harus dilakukan pada pagi hari untuk menjaga batang tetap segar dan tidak keriput.

Setelah dipotong, simpan cabang di tempat yang lembap atau segera gunakan untuk diokulasikan. Batang yang sudah dipotong bisa disimpan selama 2—3 hari dengan cara penyimpanan yang benar, yaitu batang diikat menjadi satu, lalu bungkus dengan pelepah pisang.

Pilih mata tunas yang tepat

Pilihlah mata tunas yang bulat dan besar dari cabang yang sudah berumur sekitar satu tahun. Cabang tersebut ditandai dengan warna hijau kelabu atau kecokelatan. Mata tunas yang berasal dari cabang muda biasanya sulit dikupas sehingga kurang bagus digunakan sebagai bahan okulasi.

Jangan sampai kemasukan air

Baca Juga:  Dampak Negatif La Nina Bagi Komoditas Perkebunan

Jangan sampai tempelan kemasukan air hujan atau air siraman. Hal tersebut dapat menyebabkan tempelan menjadi busuk. Oleh karena itu, ikat tempelan dengan plastik rapat-rapat dengan sistem genting, yakni pelilitan plastik yang dimulai dari bawah menuju ke atas.

Buka tali plastik

Jika bekas luka yang berada di batang bawah sudah terlihat ditutupi kalus, buka ikatan plastiknya.