Tips untuk Meningkatkan Bobot Ikan Lele

Pertanianku — Budidaya lele kini menjadi prospek bisnis yang dilirik banyak orang. Pasalnya, keuntungan yang didapat dari hasil budidaya salah satu ikan air tawar ini cukup menggiurkan. Nah, bagi Anda yang sudah mulai berbudidaya, mungkin membutuhkan tips untuk meningkatkan bobot ikan lele yang Anda budidayakan. Simak tipsnya berikut ini.

meningkatkan bobot ikan lele
Foto: Google Image

1. Konstruksi kolam

Untuk mendapatkan jumlah populasi lele yang banyak, kedalaman air kolam minimal sebaiknya kurang lebih 80 cm dengan ketinggian dari pematangnya sekitar 20 cm. Kolam lele sebaiknya dilengkapi dengan pipa limpasan untuk menjaga permukaan air, agar tidak terlalu dekat dengan permukaan pematang yang dapat mengakibatkan lele bisa meloncat dari kolam pemeliharaan.

2. Pemilihan benih lele

Untuk mendapat persentase kelangsungan hidup lele yang lebih tinggi dengan pertumbuhan seragam, disarankan menggunakan benih lele berukuran seragam. Pemilihan benih dengan ukuran yang tepat juga diperlukan, khususnya untuk mengejar beberapa momen hari besar tertentu, misalnya hari raya keagamaan, yang seringkali diiringi peningkatan jumlah permintaan ikan lele.

3. Penentuan padat tebar lele

Lele sendiri dapat bertahan hidup dalam kandungan oksigen terlarut yang kadarnya rendah serta dapat menempati keseluruhan badan air. Oleh karena itu, akan memungkinkan untuk dipelihara dengan jumlah kepadatan yang tinggi. Sejumlah petani lele di daerah Bantul, menerapkan kepadatan tebar lele yang cukup tinggi, yakni sekitar 50 ekor lele/m2 dengan benih ukuran 9 cm dan targetan panen lele ukuran 6—8 ekor/kg.

4. Manajemen pakan

Pakan lele memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya. Kesalahan dalam tahapan pemilihan jenis pakan, cara pemberian pakan, serta dosisnya, dan ini dapat berakibat pada menipisnya hasil keuntungan.

Dalam upaya pembesaran ikan lele, sebaiknya memakai pakan terapung agar mudah dalam upaya pengontrolan jumlah pakan yang bisa diberikan. Pakan yang berlebih ini lolos ke dasar kolam serta berisiko meningkatkan kadar amonia dan juga nitrit yang merupakan racun bagi ikan lele.

Baca Juga:  Mengulas Karakteristik Strain Ikan Lele di Indonesia

5. Manajemen air

Budidaya ikan dengan sistem intensif pada umumnya berkepadatan tebar tinggi sehingga bisa mengakibatkan akumulasi pakan yang berpotensi menimbulkan amonia dan juga nitrit. Kondisi ini dapat menyebabkan lele menjadi stres, nafsu makannya berkurang, bahkan bisa terjangkit berbagai penyakit.

Bila kualitas airnya mulai menurun (yang ditandai dengan turunnya nafsu makan lele), disarankan untuk mengganti air kolam lele sebanyak 30 hingga 50 persen. Air yang baik untuk pembesaran ikan lele berwarna agak kemerah-merahan.

6. Penentuan waktu panen

Harga lele jenis konsumsi sangat dipengaruhi ukuran. Dan, ini tentunya berbeda dengan jenis ikan konsumsi lainnya yang umumnya cenderung lebih mahal jika ukurannya lebih besar. Pasar lele umumnya menginginkan lele berukuran 8 sampai 10 ekor/kg karena sajian pecel lele dan hidangan lele goreng disajikan dengan ukuran tersebut.

Kecenderungan ini tentunya mesti dipahami secara baik oleh para pembudidaya ikan lele. Bila pemeliharaan ikan lele sudah masuk umur 50 hari atau berbobot sekitar 100 gram/ekor,  pembudidaya disarankan untuk segera menghubungi bandar ikan untuk bisa mempersiapkan panen lele.

Loading...