Trenggono Optimis Indonesia Mampu Kuasai Pasar Udang Dunia

Pertanianku— Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pada acara Shrimp Talks: Support the Target of 250 Percent Increase in Shrimp Export Value yang diadakan oleh Universitas Padjadjaran Bandung bahwa udang merupakan komoditas yang paling banyak diminati di pasar global.

udang
foto: Pertanianku

“Udang merupakan komoditas perikanan yang paling banyak diminati pasar global. Dalam kurun waktu 2015—2019 udang merupakan permintaan pasar nomor dua setelah salmon. Indonesia sendiri selama kurun waktu 2015—2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9 persen. Potensi pasar ini harus kita garap, khususnya pasar yang memberikan nilai tinggi terhadap udang produksi Indonesia agar Indonesia mampu menguasai pasar udang dunia,” papar Trenggono seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Trenggono menjelaskan bahwa KKP telah menyediakan beberapa program untuk mencapai target tersebut, yakni revitalisasi tambak dengan membangun infrastruktur atau sarana dan prasarana sebagai percontohan kawasan udang bagi masyarakat, penyederhanaan perizinan usaha tambak udang, dan pembangunan model shrimp estate untuk budidaya udang dari hulu hingga ke hilir.

Shrimp estate merupakan budidaya udang yang mencakup seluruh proses dari hulu hingga ke hilir dan berlangsung dalam satu kawasan. Budidaya tersebut dilakukan dengan teknologi agar hasil panen yang didapatkan lebih optimal, mampu mencegah penyakit, dan lebih ramah lingkungan agar prinsip budidaya berkelanjutan tetap terjaga.

Trenggono juga memaparkan beberapa tantangan yang harus dihadapi pada subsektor perikanan budidaya. Salah satunya adalah pakan yang merupakan komponen biaya produksi terbesar. Oleh karena itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan produsen pakan nasional agar bisa mendapatkan biaya komponen pakan yang lebih efisien.

“Selanjutnya saya mengimbau kepada para peneliti, khususnya di perguruan tinggi untuk selalu melakukan inovasi dan riset dalam rangka mengurangi ketergantungan bahan baku impor dan bahan baku yang berasal dari penangkapan,” tutur Trenggono.

Baca Juga:  Keuntungan Budidaya Bandeng Organik

Pada 2019 lalu nilai ekspor udang nasional Indonesia menempati urutan kelima di dunia, di bawah India, Ekuador, Vietnam, dan Tiongkok dengan market share sebesar 7,1 persen.