Trik Budidaya Kutu Air untuk Pakan Benih Ikan Gurami

Pertanianku — Salah satu pakan alami ikan gurami adalah kutu air. Pakan benih ikan gurami diberikan saat larva gurami sudah mulai kehabisan kantung kuning telur, cadangan pakan yang dibawa setelah benih ikan gurami menetas. Pakan yang diberikan harus mampu menarik perhatian larva gurami untuk memakannya. Kutu air yang hidup di dalam air secara melayang-layang akan membuat larva gurami tertarik memangsanya.

pakan benih ikan gurami
foto: pertanianku

Kutu air dapat ditemui di daerah perairan yang tergenang. Ukurannya yang sangat kecil dengan tubuh transparan menyebabkan kutu air sulit dilihat secara kasat mata. Jenis kutu air yang dapat dijadikan pakan benih ikan gurami ada dua, yakni Moina sp. dan Daphnia sp. Moina sp. berwarna kemerahan, sedangkan Daphnia sp. berwarna putih transparan.

Kutu air dapat Anda budidayakan sendiri. Tentunya, membudidayakan kutu air dapat memberikan Anda beberapa keuntungan, seperti persediaan pakan lebih terjamin dan biaya pakan dapat lebih diefisiensikan.

Dengan budidaya kutu air, Anda tidak perlu susah-susah mencari langsung ke alam. Selain itu, kutu yang berasal dari alam dikhawatirkan membawa bibit penyakit, bahkan predator yang dapat memangsa larva gurami.

Sebenarnya, bibit penyakit dan predator dapat dicegah dengan memberikan methylene blue, dosis yang digunakan sebanyak 1 cc untuk 5 liter air. Namun, perlakuan tersebut tidak dapat menghilangkan zat-zat tercemar yang kemungkinan terbawa oleh kutu.

Daphnia sp. hidup di perairan air tawar seperti di kolam, danau, atau tempat-tempat tergenang lainnya yang bersuhu 21°C dan pH 6,5—9. Sementara itu, Moina sp. lebih sering dijumpai pada area rawa yang mengandung banyak bahan organik. Rawa-rawa tersebut biasanya berumput dan terdapat kayu-kayu mati.

Sebelum budidaya kutu air, Anda perlu menyiapkan wadah berupa bak sebesar 2 m2. Bersihkan wadah tersebut dengan air bersih. Selanjutnya, isi wadah dengan air hingga setinggi 30 cm. Berikan kapur pertanian sebanyak 4 kg.

Baca Juga:  Peternak Lele Wajib Tahu Kriteria Pakan Lele yang Berkualitas

Setelah itu, tambahkan kotoran ayam sebanyak 4 kg dan bungkil serat ampas kedelai secukupnya. Aduk isi bak tersebut agar seluruh bahan di dalamnya tercampur merata. Biarkan campuran tersebut selama 3—5 hari hingga air kolam berubah warna menjadi kecokelatan.

Setelah air berubah warna menjadi kecokelatan, Anda sudah bisa memasukkan bibit kutu air ke bak dengan tingkat kepadatan 40—50 ekor/liter. Kutu air sudah bisa dipanen di hari ke-7 setelah penebaran bibit.

Anda bisa melakukan panen setiap 10 kali sehari untuk mendapatkan hasil kutu air yang berkelanjutan.