Trik Jitu Membuat Tanaman Cabai di Pot Rajin Berbuah

Pertanianku — Hampir semua jenis cabai bisa ditanam di pot. Biasanya, penanaman di pot lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Ada juga beberapa hobiis tanaman yang menanamnya sebagai tanaman hias karena jenis cabai tertentu bisa menghasilkan buah yang berwarna-warni. Tanaman cabai di pot dapat berbuah dengan rajin bila dirawat dengan benar. Berikut ini beberapa trik jitu agar tanaman cabai rajin berbuah.

tanaman cabai
foto: Pertanianku

Media tanam

Media tanam memegang peranan penting karena menjadi tempat untuk tanaman bertumbuh. Media tanam harus sesuai dengan karakteristik tanaman. Umumnya, media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1: 1 atau 2:2:1.

Anda juga bisa menggunakan media sekam 5 persen dan cocopeat. Cocopeat merupakan media tanam lambat lapuk, pH-nya netral, dan daya serapnya enam kali dari bobot. Saat ini sudah banyak media tanam yang terbuat dari cocopeat, misalnya seperti Media Tanam Kesayangan yang terbuat dari cocopeat dan sekam bakar.

Penyiraman

Penyiraman di musim kemarau dilakukan 2–3 kali sehari, bergantung pada tingkat kelembapan media. Idealnya, tanaman cabai disiram dua kali sehari. Cara menyiram yang benar ialah air siraman harus keluar dari bawah pot. Kondisi tersebut menandakan media tanam sudah jenuh air. Cara penyiraman ini juga berguna untuk membuang pupuk yang berlebih sehingga pH media tanam tetap stabil. Media tanam yang terlalu jenuh pupuk tidak bagus untuk tanaman.

Memupuk

Pemupukan dilakukan setiap minggu dengan dosis yang rendah. Pemupukan sebaiknya diberikan dengan cara dikocor. Pupuk yang bisa digunakan adalah NPK 15:15:15 sebanyak 5 sendok. Pupuk dicampur dengan 10 liter air atau 1 ember besar.

Berikan pupuk daun setelah tiga hari pemberian pupuk NPK. Pupuk daun yang digunakan adalah Gandasil D untuk fase vegetatif atau Gandasil B untuk fase generatif. Pupuk daun diberikan dengan konsentrasi 2 gram/liter setiap minggu dengan cara disemprot ke tanaman.

Baca Juga:  Upaya Kalsel di Bidang Pertanian untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Kendalikan penyakit

Pengendalian penyakit bisa dilakukan dengan pestisida alami karena biasanya panen yang dihasilkan akan segera dikonsumsi. Untuk itu, Anda perlu meminimalkan residu pestisida pada tanaman. Pestisida alami yang bisa digunakan adalah ekstrak daun mimba, serai, atau mindi. Orang-orang juga sering memanfaatkan bawang putih untuk mengatasi serangan hama seperti thrips.

Panen

Panen perdana sudah dapat dilakukan saat tanaman berumur 2–3 bulan setelah tanam. Ketika itu, biasanya buah yang dihasilkan baru 10 buah per tanaman. Jumlah panen baru meningkat setelah tanaman berumur 5–6 bulan, biasanya jumlah buah yang dihasilkan sudah sebanyak 25 buah per tanaman.