Trik Menghindari Ayam Cacingan

Pertanianku Ayam cacingan menjadi salah satu permasalahan yang kerap timbul dan membuat peternak kewalahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu, lebih baik mencegah ayam cacingan daripada harus mengobati ayam yang sudah sakit cacingan.

ayam cacingan
foto: Pertanianku

Cacingan termasuk salah satu penyakit yang disebabkan oleh kesalahan manajemen pengendalian penyakit. Oleh karena itu, untuk mencegah cacingan, Anda perlu memperbaiki manajemen pengendalian penyakit di dalam kandang.

Bersihkan bagian slate dari kotoran yang tidak bisa jatuh ke bagian bawah. Bersihkan galon minum secara berkala agar tidak terkontaminasi dengan telur cacing. Perhatikan juga litter di dalam kandang, perhatikan kualitas serta frekuensi litter.

Jangan sampai ada kebocoran dari bawah slate ke litter tengah. Anda juga mesti waspada terhadap kotoran yang dapat masuk ke tempat pakan. Oleh karena itu, pembersihan kotoran ayam harus terus dilakukan secara berkala.

Cacing dapat menular ke ayam melalui pakan, air minum, litter, dan feses yang sudah tercemar oleh telur cacing. Cacing tersebut akan tumbuh di dalam tubuh ayam sebagai parasit dan bisa langsung masuk ke tubuh ayam tanpa perlu inang sebagai perantara.

Ayam yang sudah terinfeksi cacing dapat mengalami penurunan bobot badan. Ayam akan tampak pucat karena kehilangan darah. Kadar asam urat di dalam tubuh meningkat sehingga menyebabkan ayam mudah kelelahan dan pada akhirnya menurunkan daya tetas.

Cacing juga dapat mengganggu pertumbuhan dan meningkatkan angka mortalitas. Tentu saja penyakit ini akan menyebabkan peternak merugi apabila dibiarkan terus berlangsung tanpa ada tindakan penanganan yang tepat. Tak hanya pertumbuhan, ayam juga akan mengalami gangguan produksi.

Ayam yang sudah terinfeksi cacing akan menunjukkan gejala kurus, diare, bagian sayap terkulai atau menggantung, bulu kusam, serta pada bagian kulit dan kaki terlihat pucat. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah pemberian Piperazin (0,1—0,2 persen dalam air minum), Kumafos 0,04 persen pada air minum untuk pullet, dan Higromicin B 0,00088—0,00132 persen dari air minum. Campuran obat yang diberikan harus merata dan obat harus langsung mengenai cacing.

Baca Juga:  Jurus Jitu Mencegah Kematian DOC Ayam Broiler Saat Tiba di Kandang