Tunnel Garam Tlogopragoto, Inovasi Sekaligus Atraksi Wisata Baru di Kebumen

Pertanianku Tunnel garam di Desa Tlopogragoto merupakan inovasi yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR). Inovasi tersebut berada di Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah.

tunnel garam
foto: kkp.go.id

Tunnel garam dikembangkan untuk meningkatkan volume produksi garam, kualitas, serta meningkatkan masa simpan garam menjadi lebih baik. Tak hanya itu, ternyata tunnel tersebut menjadi atraksi wisata baru di Kebumen yang berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar.

“Tempat tunnel juga bagus buat swafoto. Jadi, kalau ke Kebumen atau pantai selatan, mampir di tunnel garam Tlogopragoto ini jadi pilihan lain,” papar Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Tunnel garam merupakan salah satu metode produksi garam yang menggunakan teknologi rumah kaca untuk kristalisasi garam. Metode ini sangat cocok dilakukan di semua musim, termasuk di musim hujan.

Produksi garam dapat dilakukan di lahan yang sudah tersedia. Petambak hanya perlu menambahkan wadah tampung dengan bantuan geoisolator dan penutup yang dirangkai seperti terowongan. Itu sebabnya inovasi ini disebut tunnel yang berarti terowongan.

Menurut Huda, daya tarik tunnel tersebut karena lokasinya yang berada di pinggir jalan dan hanya 30 menit dari bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA). Aktivitas produksi yang berlangsung di tunnel tersebut bisa menjadi pengalaman baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan.

Tunnel garam ini tentunya diharapkan dapat membawa kemajuan bagi kelompok masyarakat garam di Kebumen dan memicu pengembangan ekonomi di pantai selatan,” ujar Huda.

Tunnel dibangun pada 2020 oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melalui Porgram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya. Total ada 40 unit tunnel yang dibangun di Desa Tlogopragoto.

Baca Juga:  Kementan Terus Dorong Pengendalian OPT Ramah Lingkungan

“40 tunnel ini yang akan dijadikan meja garam oleh kelompok berjumlah 6 tunnel. Pengalaman yang sudah ada setiap tunnel meja garam dalam waktu 15 hari (termasuk di musim hujan) dapat dipanen 3,5 ton garam, seperti di foto,” terang Huda.

Selain di Desa Tlogopragoto Kebumen, tunnel garam juga didirikan di Pidie Jaya, Cilacap, Gunungkidul, dan Tuban.