Ubah Limbah Udang Jadi Bahan Aktif

Pertanianku — Belakangan ini mulai ramai gerakan untuk mengolah kembali limbah yang masih bisa dimanfaatkan. Salah satu limbah yang kerap memenuhi areal pembuangan adalah limbah udang. Kini, limbah tersebut sudah bisa diolah kembali menjadi bahan aktif antibakteri, antijamur, dan antikanker.

limbah udang
foto: Pertanianku

Penemuan tersebut dihasilkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bioteknologi BBRP2B. Limbah udang berhasil diolah menjadi kitosan dan oligomer kitosan yang memiliki nilai jual berpuluh-puluh kali lipat lebih tinggi.

Kitosan dan oligomer kitosan merupakan salah satu bahan yang sangat dibutuhkan dalam bidang kedokteran, farmasi, indusrti makanan, serta industri kimia lainnya. Bahan aktif tersebut biasanya diolah menjadi obat kanker, antibakteri, antijamur, dan masih banyak lagi.

Limbah udang mengandung senyawa kitin sekitar 20—30 persen. Kitin bisa didapatkan secara kimiawi dari limbah udang dengan proses penghilangan mineral dan protein.

Selanjutnya, senyawa kitin diubah menjadi senyawa yang lebih kecil, yaitu kitosan. Ada dua metode untuk mendapatkan senyawa kitosan, yaitu dengan radiasi dan enzimatis. Kelompok Bioteknologi BBRP2B menggunakan metode enzim karena dinilai lebih ramah lingkungan, prosesnya lebih mudah diatur, hemat energi, dan bisa menghasilkan produk yang spesifik seperti oligomer.

Enzim tersebut didapatkan dari bakteri yang memiliki aktivitas yang relatif tinggi. Bakteri tersebut ditumbuhkan di dalam media cair yang mengandung kitin. Senyawa kitin tersebut dapat memaksa bakteri untuk menghasilkan enzim yang mampu mendegradasi kitin. Bakteri tersebut bisa dipanen setelah diinkubasi 2—5 hari, bergantung pada jenis bakteri yang digunakan. Selanjutnya, bakteri tersebut akan digunakan untuk memproduksi oligomer kitosan.

Berdasaran hasil penelitian, pengaplikasian oligomer dapat menghambat kerusakan produk makanan yang disebabkan oleh jamur. Jamur menjadi penyebab utama turunnya mutu produk hasil perikanan. Akibatnya, nilai produk perikanan tersebut menjadi menurun dan produk tersebut dapat bersifat toksik bagi manusia.

Baca Juga:  Ciri-ciri Induk Gurami yang Sudah Matang Gonad

Setelah diuji coba, hanya dengan 50 ppm bahan sudah berhasil menghambat pertumbuhan jamur. Apalagi, jika konsentrasi bahan dinaikkan, peluang jamur untuk tumbuh semakin mengecil. Pemanfaatan limbah ini dapat mendatangkan beragam keuntungan, di antaranya menerapkan zero waste products dan menambahkan pendapatan pembudidaya udang.

 


loading...