Ubi Jalar Sukuh Bisa Jadi Sumber Pangan Ketika Krisis

Pertanianku — Ada banyak sumber pangan yang tersedia di Indonesia, tanaman pangan tersebut bisa dikonsumsi ketika keadaan sedang kritis, seperti pasokan beras yang terbatas. Salah satu tanaman pangan yang banyak ditanam di Indonesia adalah ubi jalar sukuh. Ubi ini mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi manusia.

ubi jalar sukuh
foto: litbang.pertanian.go.id

Selain karbohidrat, ubi ini juga mengandung beberapa nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti vitamin A, serat, dan potassium. Kandungan vitamin A ubi jalar mampu memenuhi 400 persen kebutuhan vitamin manusia sehari-hari.

Menurut Livescience, dalam satu ubi jalar berukuran sedang atau sekitar 130 gram terkandung sekitar 100 kalori dengan nol kalori dalam lemak.

Keunggulan ubi jalar sukuh dibandingkan ubi jalar jenis lainnya adalah tingkat produktivitas yang sangat tinggi, bisa mencapai 30 ton per hektare dengan periode tanam berlangsung sekitar 4—4,5 bulan.

Rasa ubi jalar sukuh terbilang enak dengan bahan kering tinggi dan daging umbinya berwarna putih. Oleh karena itu, ubi ini sangat cocok dijadikan bahan baku pembuat tepung ubi jalar.

Sayangnya, ubi jalar kurang dilirik oleh sebagian besar masyarakat sebagai sumber pangan, lebih sering diolah menjadi makanan camilan. Padahal, ubi ini mengandung gula alami yang lebih banyak dibandingkan kentang dengan jumlah kalori yang lebih sedikit. Berbagai studi juga menyebutkan bahwa ubi jalar sukuh dapat mengurangi risiko beberapa penyakit.

Ubi jalar sukuh merupakan salah satu varietas unggulan yang sudah dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang. Varietas ubi ini dikembangkan melalui teknologi sehingga tercipta varietas ubi jalar yang unggul. Ubi ini bisa ditanam di lahan tegalan atau sawah.

Baca Juga:  Penyebab Penurunan Tingkat Kesuburan Tanah

Keunggulan lain yang dimiliki oleh ubi ini ialah kandungan betakaroten yang cukup tinggi, sekitar 36,59 mg per 100 gram umbi. Ubi jalar ini agak tahan dari serangan hama boleng dan hama penggulung daun. Selain itu, tahan dari serangan penyakit, seperti penyakit kudis dan bercak daun.

 

 

 

 

 

 


loading...