Umbi Bawang Merah Berukuran Besar, Ini Rahasianya!


Pertanianku — Bawang merah (Allium cepa) akrab digunakan sebagai bumbu dasar masakan khas nusantara. Oleh karena itu, tingkat permintaan pasar akan umbi bawang merah selalu tinggi. Hal ini membuat harganya cenderung stabil bahkan mahal di musim tertentu.

umbi bawang merah
Foto: Dok. Pertanianku

Sebagai petani bawang merah, Anda tentu menginginkan tanaman-tanaman yang dipelihara mampu menghasilkan umbi yang berukuran besar dan jumlahnya banyak. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut bisa dilakukan dengan merangsang perkembangan umbi. Melalui satu umbi yang kita tanam maka nantinya akan tumbuh umbi-umbi lain yang jumlahnya belasan hingga puluhan.

Jika kita memerhatikan mekanisme proses pembentukan umbi bawang merah, maka didapat kesimpulan bahwa unsur N memegang peranan yang sangat penting. Unsur ini sangat dibutuhkan oleh tanaman khususnya dalam mendukung pertumbuhan daun, peningkatan warna hijau, dan pembentukan cabang.

Selain itu, tanaman juga membutuhkan kalium dan potasium untuk membentuk gula dan pati sintesis protein, penetral asam organik, katalis bagi reaksi enzimatis, dan berperan penting dalam pertumbuhan jaringan meristem.

Salah satu jenis pupuk majemuk yang sangat berguna untuk mendukung pertumbuhan umbi bawang merah adalah potasium nitrat. Umumnya, pupuk ini diformulasikan dalam bentuk kristal dan prill.

Dalam dunia pertanian, potasium nitrat lebih dikenal sebagai kalium nitrat (KNO3). Pupuk ini mempunyai manfaat antara lain mendukung pertumbuhan tanaman agar seragam, meningkatkan daya tahan tanaman, mengurangi pembusukan umbi, merangsang pembentukan bunga, dan membantu pertumbuhan umbi.

Lantas, bagaimana KNO3 mampu membuat umbi bawang merah semakin banyak dan lebih besar?

Hal ini tidak terlepas dari kandungan unsur hara makro di dalamnya, yakni unsur N dan unsur K. Perlu Anda ketahui, umbi bawang merah terbentuk dari pembesaran lapisan daun yang membesar lalu menyatu. Unsur N memegang peranan penting dalam mendukung proses terbentuknya lapisan daun yang membesar tersebut.

Baca Juga:  Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Sayuran di Musim Hujan

KNO3 juga mempunyai kandungan unsur K yang tinggi hingga mencapai 46 persen. Hal ini dapat mendukung banyaknya ion K+ yang mampu mengikat air di dalam tubuh tanaman sehingga proses fotosintesis bisa berjalan secara efisien dengan hasil yang optimal.

Karena proses fotosintesis dapat berlangsung lebih baik, kondisi kesegaran tanaman pun menjadi terjaga serta terhindar dari risiko layu. Semakin banyak jumlah hasil fotosintetis yang didapatkan, semakin berguna untuk merangsang pembentukan umbi yang lebih besar.