Umbi Ganyong, Sumber Pati yang Dapat Menggantikan Peran Beras

Pertanianku — Ganyong (Canna edulis Kerr.) merupakan jenis umbi-umbian yang dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi. Umbi ganyong terkenal mengandung banyak pati. Selain itu, umbi ini juga dilengkapi dengan protein, kalori, lemak, vitamin B1, vitamin C, zat besi, kalsium, dan fosfor.

umbi ganyong
foto: cybex.pertanianku.go.id

Di Sulawesi Barat, ganyong termasuk umbi-umbian yang sering digunakan sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Namun, saat ini eksistensi ganyong sebagai pengganti nasi sudah mulai memudar. Masyarakat lebih sering membiarkannya tumbuh di pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di kebun.

Di Indonesia terdapat dua varietas ganyong, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong merah ditandai dengan batang, daun, dan pelepahnya yang berwarna merah atau ungu. Sementara itu, ganyong putih ditandai dengan batang, daun, dan pelepahnya yang berwarna hijau serta sisik umbi berwarna kecokelatan.

Ganyong merah memiliki batang lebih besar. Ganyong ini tahan terhadap sinar matahari dan kekeringan, tetapi sulit menghasilkan biji. Umbi yang dihasilkan basah dan lebih besar, tetapi kadar patinya lebih rendah. Ganyong merah umumnya dimakan secara langsung atau direbus.

Sementara itu, ganyong putih kurang tahan terhadap sinar matahari dan kekeringan. Umbi yang dihasilkan lebih kecil, tetapi kadar patinya tinggi.

Bentuk tanaman ganyong adalah berumpun dan merupakan tanaman herba. Tanaman ini tetap berwarna hijau di sepanjang hidupnya. Tanaman mulai mengering dan akan mati saat umbinya sudah cukup dewasa. Namun, sebetulnya tanaman tidak benar-benar mati. Hal ini karena jika hujan turun, umbi akan bertunas dan membentuk tanaman lagi. Tanaman umbi ini dapat tumbuh hingga setinggi 0,9—1,8 meter.

Umbi ganyong juga berguna untuk mengatasi beberapa penyakit, seperti mengobati luka lambung karena mengandung polifenol dan flavanoida, baik untuk pencernaan maupun usus jika diolah menjadi bubur, mendukung pertumbuhan balita karena mengandung nutrisi (zat besi, fosor, dan kalsium) yang tinggi, menguatkan tulang, mengatasi panas dalam, dan menjadi sumber energi yang baik.

Baca Juga:  Kementan Dukung Lido World Garden sebagai Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara

Namun, Anda harus berhati-hati ketika mengonsumsi ganyong. Hal ini karena di dalam umbi ganyong terdapat senyawa tannin dan saponin yang bersifat antinutrisi.

Setiap 100 gram ganyong yang dimakan mengandung 75 gram air, 1 gram protein, 0,1 gram lemak, 22,6 gram karbohidrat, 21 mg Ca, 70 m P, 20 mg Fe, 0,1 vitamin B, dan 10 mg vitamin C.

Ganyong umumnya dikonsumsi sebagai camilan rebus. Ganyong juga bisa diolah menjadi tepung dan digunakan sebagai bahan pembuatan kue, bihun, dan produk makanan bayi.