Umbi Porang Diminati Pasar Dunia

Pertanianku Umbi porang diminati pasar ekspor. Oleh karena itu, pengembangannya cukup berpotensi dan bisa menguntungkan. Badan Karantina Pertanian mencatat, ekspor porang pada 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp11,31 miliar ke Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia, dan lainnya.

Umbi porang
Foto: Google Image

Kepala Subdirektorat Ubi kayu dan Aneka Umbi Lain, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Cornelia menyatakan, Kementan tengah mendorong potensi umbi porang untuk dikembangkan lagi sehingga volume ekspor turun meningkat.

Ia menjelaskan, umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan. Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.


Loading...

“Hingga saat ini, salah satu keterbatasan ekspor porang Indonesia terletak pada penyediaan bahan baku yang masih terbatas. Kedepan, kami mendorong potensi pengembangan budidayanya, apalagi kalau sudah ada contoh yang bisa diekspor seperti ini. Pastinya akan memacu semangat petani untuk mulai budidaya porang,” paparnya.

Ia menegaskan pengembangan budidaya umbi porang yang merupakan produk lokal untuk ekspor ini sesuai dengan dengan apa yang ditekankan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas ekspor porang dan kernel palm di GOR Andi Mappe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan pada April lalu.

Menteri Amran melalui Cornelia mengatakan, umbi porang merupakan potensi yang belum tergarap sehingga menjadi peluang baik bagi siapa saja yang mau berusaha.

“Harga porang segar di pasar saat ini berkisar Rp4.000 per kilogram, berbeda halnya setelah menjadi chip porang yang siap ekspor harganya bisa meningkat menjadi Rp14.000 per kilogram. Jadi, ada margin yang cukup besar antara harga porang segar dengan porang olahan,” ujar dia.

“Ini menandakan produk olahan memiliki nilai jual lebih tinggi. Jadi saya ingin porang dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan ekspor. Dari sisi produksinya mencukupi, selanjutnya bisa dikembangkan pengolahannya,” lanjut Cornelia.

Loading...
Loading...