Umur yang Tepat untuk Menjodohkan Kenari

Pertanianku — Burung kenari merupakan burung klangenan para bangsawan di Eropa. Burung ini sudah ditangkarkan sejak masa Romawi. Oleh karena itu, tak mengherankan saat ini begitu banyak varian burung yang berasal dari Pulau Canary di Samudera Atlantik. Kenari telah terkenal sebagai burung ocehan yang sering dipelihara dan ditangkarkan. Salah satu kegiatan penangkaran adalah menjodohkan kenari agar burung bisa berkembang biak.

menjodohkan kenari
foto: Pertanianku

Sebelum menjodohkan kenari, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu usia calon kedua induk, baik jantan maupun betina. Sebaiknya, usia betina lebih muda daripada jantan. Kenari betina sudah bisa birahi saat berumur tujuh bulan, walaupun pada umur ini burung kenari masih tergolong beranjak dewasa.

Kenari betina yang berumur tujuh bulan tidak boleh dipaksakan untuk dikawinkan karena berisiko dan dapat menimbulkan dampak sebagai berikut.

  1. 1. Anakan yang dihasilkan kurang kuat daya tahan tubuhnya.
  2. 2. Daya tahan tubuh kenari betina tidak bisa diharapkan bagus dalam jangka panjang untuk ditangkarkan secara terus-menerus.
  3. 3. Kenari betina kurang mampu mengurus anak-anaknya.

Kiat untuk mencegah gagalnya perjodohan burung kenari adalah melakukan perjodohan pada umur yang tepat, yakni saat burung kenari berumur delapan bulan. Pada tingkat usia ini, kondisi kenari betina diharapkan telah cukup kuat fisik dan mental untuk dijodohkan dengan jantan yang lebih tua. Kenari betina yang baru pertama kali akan ditangkarkan sebaiknya dipasangkan dengan jantan yang sudah berpengalaman dan dipastikan berkualitas baik.

Saat perjodohan berlangsung, kenari jantan diharapkan mau bergantian mengerami telur saat betina turun untuk makan, menyuapi pasangannya saat mengeram, dan pintar mengasuh anak-anaknya setelah dipisah dari induknya.

Agar proses perjodohan berlangsung dengan baik, sebaiknya Anda mulai menangkarkan kenari muda yang belum pernah dijodohkan. Penangkaran ini sangat berguna untuk mengetahui karakter burung. Selain itu, dapat pula diperkirakan lamanya betina tersebut dapat dijadikan induk bersama pasangannya.

Melalui penangkaran induk, anakan yang dihasilkan kemungkinan besar memiliki kualitas yang baik, mulai dari suaranya yang memenuhi standar mutu, warna bulunya indah, serta bentuk dan ukuran fisiknya memenuhi selera.