Upaya Kementan Ciptakan Pola Tanam Hemat Air untuk Hindari Puso


Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya menciptakan pola tanam baru agar menyesuaikan minimnya pasokan air pada musim kemarau. Nantinya, pola tanam hemat air tersebut diharapkan bisa menghindarkan sawah dari ancaman puso.

pola tanam hemat air
Foto: Google Image16

Ketua Upaya Swasembada Khusus Padi, Jagung, Kedelai (Upsus Pajale) wilayah Jawa Barat Kementan, Banun Harpini menjelaskan, biasanya petani menggenangi sawah dengan jumlah air banyak sebelum ditanami. Padahal, dengan pola tanam efektif sebaiknya menyalurkan kembali air ke dalam tanah.

“Air diperlukan hanya saat mau tanam. Secukupnya, saat padi sudah jenis bulir susu. Pakai juga bahan organik biar kembali ke alam. Tanahnya subur, tanah juga perlu asupan gizi seperti manusia,” katanya mengutip Republika, Selasa (14/8).

Inovasi pola tanam hemat air itu disebut Padi Aerob Terkendali Berbasis Bahan Organik (Patbo Super). Inovasi tersebut sudah dicoba di enam kabupaten seperti di Majalengka, Subang, Sukabumi, dan Garut. Metodenya dengan manajemen air dan penggunaan bahan organik

“Tujuannya, tingkatkan indeks pertanian dan produksi di sawah tadah hujan,” katanya.

Di sisi lain, Banun juga meminta pada tiap Pemda lebih memerhatikan sektor pertanian, khususnya dari segi pengairan. Ia merasa prihatin ketika menemukan sumber mata air justru dijadikan tempat buang sampah oleh masyarakat. Akibatnya, terjadi sedimentasi yang menyulitkan air mengalir.

“Kalau masing-masing daerah kontribusi, maka danau, saluran air sekunder wajib bersih. Tapi di banyak daerah malah jadi tempat buangan sampah. Itu jadi sedimentasi, meski ada airnya tapi tidak bisa jalan. Pemda jaga sumber air,” ujar Banun.

Ia menawarkan salah satu cara termudah menjaga kebersihan saluran air, yakni dengan menyediakan tempat pembuangan sampah. Bila tidak disediakan, warga bisa seenaknya membuang sampah di lokasi yang menjadi saluran air.

Baca Juga:  8 Negara Anggota FAO Pelajari Pertanian Indonesia

“Sediakan pembuangan sampah biar yang tinggal deket danau atau sungai buang sampahnya tidak di situ,” tuturnya.